Menulis Itu (Tidak) Mudah

Sebagian kalangan—kalangan profesional—menganggap bahwa menulis itu mudah. Menurut hemat saya, anggapan semacam ini tidaklah berlaku secara umum. Menulis adalah perkara yang susah-susah gampang. Betapa tidak, menulis ternyata tidak semudah yang Anda bayangkan sebelumnya. Menulis bukan perkara mudah, tapi juga bukan urusan yang sulit. Menulis memerlukan proses yang panjang, tekun, bahkan harus berlatih terus-menerus untuk menghasilkan tulisan yang bermutu dan berkualitas. Tidak cukup sampai disitu—bermutu dan berkualitas, tapi juga harus dapat dipertanggungjawabkan. Inilah yang membuat menulis itu bukan perkara mudah.

Di sisi lain, ada pula kalangan yang menyatakan bahwa menulis itu sulit. Sulit mencari ide dan gagasan. Ketika ide dan gagasan timbul, persoalan selanjutnya adalah bagaimana menuangkan ide dan gagasan itu ke dalam bentuk tulisan yang padu dan runtut. Namun, jika ditekuni secara serius, menulis itu merupakan aktivitas yang menyenangkan. Terlebih lagi, menulis akan membuat semacam jerat candu bagi penulisnya. Sekali menulis, selamanya ingin menulis.

Menulis tidak lain dari media penumpahan ide-ide di kepala kita. Pada proses menulis, Anda dapat menumpahkan segala gagasan yang mengalir deras dari isi kepala Anda. Biarkan saja semuanya mengalir, tandas, tanpa ada larangan dari pihak manapun. Pada proses menulis ini, Anda berada dalam ruang privat yang hanya Anda sendiri saja yang mengetahuinya. Namun, sebaiknya tulisan yang Anda hasilkan pada proses privat ini jangan segera di-publish karena harus melalui tahap editing. Setelah selesai dengan ruang privat Anda, selanjutnya menulislah dalam ruang publik. Tulisan yang Anda racik pada ruang publik ini adalah tulisan yang siap untuk di­-publish.

Tulisan yang baik adalah tulisan yang renyah dibaca dan bisa memberikan pencerahan yang baru bagi publik. Mirip makanan lezat bergizi tinggi; enak saat dikunyah dan padat asupan nutrisi. Resep jitu menghasilkan tulisan yang baik sebenarnya sederhana saja—walaupun tidak sesedehana dalam praktiknya, yaitu menulis dan menulis. Tentu saja, isi juga bahan bakar menulis Anda dengan—salah satunya—banyak membaca. Sehingga ketika Anda terbiasa membaca tulisan orang lain, Anda akan terbiasa pula dengan pola pikiran runut.

Kemudian, yang tidak kalah penting, kemauan untuk mencoba dan mencoba lagi. Tulisan yang dirasa belum baik bukanlah akhir dari segala. Justru merupakan tantangan bagi Anda untuk berkarya lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya. Proses menuju ke arah itulah yang kerap berliku dan membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Justru pada proses inilah nantinya akan terlihat keseriusan dan kegigihan seseorang untuk bisa menghasilkan tulisan yang baik.

Jika ada anggapan menulis itu merupakan bakat, tentu pendapat ini tidak sepenuhnya benar karena sejatinya bakat itu hanyalah 5 persen, selebihnya adalah usaha keras yang berkesinambungan dan dibarengi dengan doa tentunya. Namun, faktor lingkungan pun kadang menjadi pengaruh. Seseorang yang berada dalam komunitas penulis tentu akan terus termotivasi untuk tetap menulis, sedangkan seseorang yang tidak berada dalam komunitas penulis akan diuji kekonsistenan dirinya untuk tetap menulis. Justru inilah yang akan semakin meningkatkan daya juang seseorang.

Maka, anggapan bahwa menulis itu mudah atau tidak tergantung dari kemauan seseorang untuk terus belajar. Mudah atau tidaknya menulis tergantung dari kekonsistenan seseorang untuk selalu mau belajar. Hingga nantinya ia menyadari bahwa semakin banyak ia belajar menulis, maka akan semakin banyak ketidaktahuan yang ia rasakan, bukan malah merasa semakin banyak yang ia tahu. Hal inilah yang menjadkan seseorang haus ilmu. Semakin banyak mereguk ilmu, justru akan semakin haus yang ia rasakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s