Untuk Apa Menulis?

Sebuah tulisan yang berisi kata-kata memang luar biasa. Berkat tulisan, peradaban sebuah bangsa bisa berubah. Berkat tulisan, pedang yang terhunus pun bisa kembali masuk ke sarangnya tanpa sedikit pun meneteskan darah. Bermula dari tulisan pula, mampu membangkitkan energi sebuah generasi dan mengejawantahkan impian kemerdekaan bangsa. Inilah secuil keajaiban tulisan yang sempat dirasakan bangsa ini lewat tulisan-tulisan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, dan tokoh yang dilenyapkan Orde Baru : Tan Malaka.

Melalui tulisan pula, Anda sebagai mahasiswa mampu menjawab setiap keresahan jiwa Anda. Terlebih lagi ketika melihat berbagai problematika yang kini tengah melilit bangsa. Kemiskinan, kesenjangan sosial, hingga bobroknya sebuah sistem tentu mengusik nurani untuk ingin berbagi. Biarkan ujung pena Anda meliuk-liuk di atas kertas dengan indahnya, biarkan pula jemari Anda menari dengan gemulainya di atas tuts-tuts keyboard komputer Anda. Tuangkan saja ide-ide brilian Anda.

Boleh jadi pada awalnya tulisan Anda melompat-lompat tak (belum) karuan. Pun bisa jadi tulisan Anda tersendat-sendat di setiap alinea. Dan bukan hal yang tak mungkin juga, jemari Anda akan menjadi kaku karena aliran ide yang tersumbat. Namun, kesemua itu adalah bagian dari proses kreatif Anda. Biarkan aliran kreativitas Anda terus mengalir, hingga pada saatnya nanti Anda akan menemukan gaya menulis diri Anda sendiri (find your own style).

Kini yang tersisa, apakah Anda bersedia untuk mulai menulis sekarang juga? Apalagi sebagai seorang yang mengaku terpelajar. Jika Anda tidak menulis sekarang juga, mungkin saja ada ide atau gagasan-gagasan besar yang ada di benak Anda tapi tidak pernah mewujud, semua ide dan gagasan Anda hanya akan menjadi barang tumpukan di kepala Anda. Gagasan kadang tidak butuh pengakuan, tapi butuh ruang dan kesempatan untuk bersuara. Bukan begitu?

Jangan main-main dengan sebuah tulisan. Jangan anggap remeh pekerjaan mengutak-atik huruf dan olah kalimat itu. Karena tulisan dapat membawa sebuah perubahan. Ke arah mana perubahan itu dibawa, sangat bergantung dan berada sepenuhnya dalam goresan pena para penulis di zamannya. Jadi, masihkah Anda bertanya-tanya lagi, untuk apa menulis?

4 thoughts on “Untuk Apa Menulis?

  1. Lucky dc

    Budayakan menulis di Indonesia, selama ini budaya menulis di Indonesia belum berkembang, dan hanya budaya lisan yang ada di Indonesia. Semoga ke depannya depannya budaya menulis di Indonesia dapat jauh lebih berkembang dengan adanya berbagai media termasuk blog ini🙂

    Reply
    1. Rizal Dwi Prayogo Post author

      Setuju mas lucky! Sebaiknya kebiasaan menulis ini udh dibiasakan sedari SD, minimal dengan berlatih menulis karangan. Toh, ke depannya dunia akademisi di Indonesia memerlukan banyak referensi dari berbagai pihak. Menulis adalah salah satu jalan utk membuat banyak referensi keilmuan, juga utk mem-publish karya ilmiah.. Betul, blog, note FB, atau fasilitas internet jg bisa ikut membantu menumbuhkan budaya menulis.

      Salam.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s