Tren Bersepeda dan Car Free Day

Lokasi Car Free Day Dago

Masyarakat perkotaan dalam pandangan publik selama ini memiliki citra orang-orang yang sibuk. Hampir-hampir setiap harinya digunakan untuk menuntaskan pekerjaan dan mengembangkan bisnisnya. Akibatnya, masyarakat perkotaan hampir tidak memiliki waktu untuk berolahraga. Jika pun ada, maka waktu yang ada itu merupakan waktu sisa dari seluruh aktivitas mereka. Tentu saja, menggunakan waktu sisa sama saja dengan menggunakan sisa tenaga. Maka, olahraga yang dilakukan kadang hanya seperlunya saja dan tidak optimal.

Semenjak tren bersepeda mencuat beberapa tahun belakangan ini, masyarakat mulai latah untuk mencoba tren olahraga yang satu ini. Tentu saja, budaya ini patut untuk dikembangkan. Tidak hanya kalangan muda saja yang ikut andil, bahkan kalangan eksekutif pun mulai keranjingan untuk bersepeda. Di beberapa kantor perusahaan yang saya perhatikan, mulai dibangun tempat parkir untuk sepeda. Tidak hanya itu, perusahaan memfasilitasi sepeda untuk karyawannya. Maka, dikenallah budaya bike to work.

Selain itu, kalangan akademisi dan kampus juga ikut membangun infrastruktur untuk sepeda. Contohnya, kampus ITB sudah membangun tempat parkir sepeda karena mahasiswa mulai banyak yang menggunakan sepeda. Saat saya berkunjung ke Universitas Indonesia beberapa bulan lalu, ternyata UI benar-benar serius untuk mendukung budaya bike to campus. Sepanjang jalan dibangun track untuk sepeda di dalam kampus. Tidak hanya itu, UI juga menyediakan fasilitas sepeda sewaan untuk para mahasiswanya. Memang, luas wilayah kampus UI jauh lebih besar daripada kampus ITB. Ya, mungkin itulah salahsatu faktor mengapa ITB tidak membangun track sepeda dalam kampus seperti di UI.

Efek rambatan dari tren bersepeda masyarakat—mudah-mudahan bukan tren sesaat—ternyata ikut didukung oleh pemerintah dengan membangun track khusus sepeda di beberapa ruas jalan—terlepas dari berfungsi atau tidaknya. Selain itu, pencanangan hari bebas kendaraan (Car Free Day) di jalan Dago semenjak 9 Mei 2010, secara tidak langsung telah menumbuhkan minat olahraga masyarakat perkotaan. Saban pagi, masyarakat telah berduyun-duyun mendatangi kawasan Car Free Day, baik dengan berjalan kaki, jogging, maupun dengan bersepeda.

Menurut saya, Car Free Day tidak hanya sekedar hari bebas kendaraan. Namun, lebih dari itu—selain menumbuhkan minat olahraga dan peduli lingkungan—Car Free Day merupakan wadah bagi masyarakat untuk mengaktualisasikan dirinya. Di tengah himpitan hiruk-pikuk perkotaan, masyarakat membutuhkan tempat dan suasana baru yang bisa menyegarkan kembali pikirannya. Di kawasan Car Free Day, masyarakat tidak hanya berolahraga, tapi juga bisa menjadi ajang unjuk kesenian; aktualisasi diri para pemuda; tempat bersilaturahim antar komunitas; dan kegiatan positif lainnya. Beda halnya dengan Gasibu, lahan untuk berolahraga telah habis dibabat oleh para pedagang kagetan.

Untuk menumbuhkan tren bersepeda dan minat olahraga masyarakat perkotaan, diperlukan upaya yang serius dari pemerintah untuk mendukung para pesepeda. Tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga menertibkan jalur sepeda dari angkutan kota dan mobil-mobil pribadi, apalagi pedagang kaki lima. Selain itu, pencanangan Car Free Day jangan hanya di satu titik jalan saja, tetapi juga di titik-titik jalan yang lain—tentu dengan mempertimbangkan pengalihan arus yang proporsional. Dengan begitu, selain turut mendukung udara yang bebas polusi, masyarakat pun (mudah-mudahan) akan tergerak untuk mulai menumbuhkan minat olahraga. Dan bukan hal yang tidak mungkin pula, bermula dari masyarakat yang sehat dan produktif akan turut memajukan bangsa.

2 thoughts on “Tren Bersepeda dan Car Free Day

  1. Asop

    Hihihi, ITB mah keciiiiil seipriiit kalo dibandingin ama ITS, UI, dan UGM.😆
    Jalan dikit ke utara ketemu kenalan, jalan dikit ke Salman ketemu sobatan.😆 Orang yang dilihat itu2 aja.:mrgreen:
    Rasanya mobil gak bisa ngebut di sana. Sepeda pun aman.😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s