Adakah Manusia yang Bebas?

Dalam kenyataannya, manusia tidak bebas sepenuhnya. Ia terikat oleh aturan-aturan dalam masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup. Ia harus hidup menurut apa yang diundang-undangkan pemerintah dan ada pemerintah yang diktatorial—tak banyak memberikan kebebasan bagi individu. Setiap hari, manusia dipengaruhi oleh propaganda dan opini-opini tentang apa yang harus dilakukannya. Ia merupakan hasil dari golongan sosial tempat ia lahir dan dibesarkan. Semua manusia merupakan produk dari kebudayaannya masing-masing. Dengan demikian, manusia—sebagai individu—tidak bebas untuk menentukan pribadinya sendiri.

Anak juga lahir dengan pembawaan tertentu yang diwariskan oleh orangtuanya. Ia menerima intelegensia, tipe watak, dan mungkin kelemahan fisik dan psikologi tertentu. Dalam proses pendidikannya, ia dipengaruhi oleh bermacam-macam pengaruh conditioning tentang kelakuannya; tentang cara makan, berpakaian, berpikir, menyatakan ekspresinya, sikapnya terhadap manusia lain; dan sebagainya. Conditioning ini dilakukan oleh keluarga, sekolah, masyarakat (lingkungan) dan pemerintah (sistem).

Maka, dengan begitu dapat dianggap bahwa manusia di negara-negara atau masyarakat mana pun tidak bebas. Manusia bebas itu hanya ilusi belaka karena manusia dibentuk dan digerakkan oleh kekuatan kebudayaan dari luar dan kekuatan psikis dari dalam. Bahkan, ada aliran dalam psikologi yang memercayai bahwa kelakuan manusia dapat dibentuk melalui conditioning.

Namun, manusia tidak sepenuhnya merupakan hasil conditioning semata. Sekalipun seseorang dipenjarakan atau berada dalam negara diktatorial, tapi manusia masih memiliki suatu kebebasan, yaitu kebebasan batin. Kebebasan batin inilah satu-satunya nilai yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Tanpa kebebasan, manusia sebenarnya tidak mungkin menjalani hidupnya sebagai manusia. Atau dengan kata lain, tanpa kebebasan, manusia tidak lagi berfungsi sebagaimana manusia.

Dengan kebebasan batin, manusia masih dapat memilih dan menentukan hidupnya dengan penuh keberanian. Begitu pula di tengah-tengah pengaruh conditioning, manusia tak sepenuhnya dikuasai oleh pengaruh-pengaruh lain. Ia tidak perlu dibawa arus secara pasif, ia masih dapat memilih dan menentukan arah hidupnya atas pilihan dan keputusannya sendiri serta bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari pilihan-pilihannya itu.

Secara individu, setiap manusia yang dilahirkan memiliki fitrah kebebasan. Namun, dalam keberjalanannya manusia saling membutuhkan manusia lainnya. Maka, kehidupan antara sesama manusia senantiasa merupakan proses memberi dan menerima secara terus-menerus. Proses memberi dan menerima merupakan sebuah keseimbangan yang harus terus dijaga. Apabila terjadi ketidakseimbangan—lebih banyak menerima atau lebih banyak memberi, maka dengan sendirinya ia dihadapkan dengan suatu tantangan yang menentukan nilai kebebasannya, yang akan sebanding dengan nilai dirinya.

Jika ia memberikan respon terhadap ketidakseimbangan ini sedemikian rupa sehingga ia mengorbankan nilai kebebasannya, misalnya, ia menjadi tergantung kepada pihak yang telah banyak memberi kepadanya. Maka, harga dirinya sebagai manusia dengan sendirinya akan jatuh. Seberapa jauh jatuhnya harga diri ini sebanding dengan seberapa jauh nilai kebebasan yang telah dikorbankannya. Sebaliknya, jika dalam memberikan respon tadi ia sampai merugikan orang lain berarti ia telah merampas nilai kemanusiaan (kebebasan) orang itu, sehingga ia menobatkan dirinya sendiri sebagai penindas hak orang lain.

Kebebasan merupakan norma yang perlu mendapat penghargaan setinggi-tingginya. Proses pembelajaran akhirnya bertujuan untuk membimbing manusia ke arah kebebasan dan kemerdekaan untuk menentukan pilihannya; mengetahui apa yang baik dan yang buruk; dan dapat mengadakan pilihan tentang apa yang dilakukannya dengan penuh tanggung jawab. Kebebasan hanya bisa diberikan melalui sebuah prasyarat : apabila manusianya sudah bisa mengekang diri dari perilaku yang melanggar kebebasan dan hak orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s