Resepsi Pernikahan = Reuni?

Hari Minggu kemarin, teman seangkatan saya saat SMP dan SMA—Monik dan Fajar—mengadakan resepsi pernikahan.  Konsepnya adat minang, saya baru tahu kalau Monik keturunan Minang, padahal kan selama ini tinggal di tatar Sunda.😀 Menurut saya, resepsi pernikahan teman seangkatan sama saja dengan acara reuni-an. Duh, senang sekali bisa memfasilitasi acara reuni-an yang tidak langsung ini.

Lalu, kapan giliran saya yang memfasilitasi acara reuni-an tidak langsung ini (baca : menikah)? Sebuah pertanyaan yang menantang🙂

Selamat untuk Monik dan Fajar, tiada kata yang lebih indah yang bisa diucapkan selain untaian doa :

“Barokallahu laka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoir… ” Amin..

2 thoughts on “Resepsi Pernikahan = Reuni?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s