Selamanya Tentang Langit

Langit.. Langit.. dan Langit. Selamanya tentang langit. Selalu ada rias yang tak pernah pudar dari rona cerahnya. Menggariskan aura yang mencerahkan bagi siapa saja yang memandangnya. Entah subuh hari, siang hari, senja, ataupun ketika langit berhenti sejenak menampakkan dirinya. Namun, ia tetap setia menampakkan keindahannya dalam bentuk yang lain : bintang-gemintang yang gemerlapan, purnama yang sendiri, dan semilir angin malam yang merasuk hingga ke rongga dada.

Langit.. Langit.. dan Langit. Selamanya tentang langit. Ia tak pernah jemu untuk dipandang, ia tak pernah pudar pesonanya. Sekalipun ia ditutup awan kelam karena berat menahan hujan. Ataupun karena noktah-noktah kelam hasil perbuatan sang manusia. Ia tak pernah mendendam, lantas ia berhenti menampakkan keindahannya. Langit tak seperti itu, langit tak seperti manusia yang kerap membalaskan dendamnya. Ah, bagaimana jika langit bosan dengan kebiruannya di kala cerah, atau bosan dengan warna gelapnya ketika malam tiba?

Langit… Langit.. dan Langit. Selamanya tentang langit. Ia tak pernah egois menampakkan keindahannya sendiri. Ia mengajak serta matahari, ia merangkul awan, ia menggandeng purnama, ia mendesir angin, ia pun menaburkan bintang. Tak pernah ingin indah sendiri. Selalu saja ia mengajak pada keindahan dan ia tak pernah pelit menampakkan keindahannya, kecuali jika Tuhan berkehendak lain.

Langit… Langit.. dan Langit. Selamanya tentang langit. Kau selalu indah dan selalu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berfikir…

“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Q.S An-Nuur[24] : 43)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s