Mengembangkan Tradisi Menulis Mahasiswa

Sebagai insan akademis, mahasiswa tentu tidak bisa dilepaskan dari lingkungan ilmiah yang berada dalam ruang lingkup dunia keilmuan. Mahasiswa pun dituntut untuk bisa akrab dengan dunia literasi, baik membaca, berdiskusi, maupun menulis. Aktivitas literasi tersebut akan semakin memperkaya wawasan mahasiswa dan menajamkan analisis berpikir sehingga dapat melatih berpikir kritis. Lebih dari itu, ketiga aktivitas literasi tersebut akan semakin  mengokohkan posisi mahasiswa sebagai insan akademis.

Dalam posisi tersebut, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk dapat menyampaikan ilmu yang didapatnya kepada khalayak umum. Ilmu yang didapat bisa saja melahirkan gagasan baru yang inovatif sehingga akan sangat bermanfaat bagi dunia kelimuan, terlebih lagi untuk masyarakat. Selain dengan mengajarkan; penyampaian gagasan dan ilmu dapat dilakukan dengan menulis. Menulis adalah sarana yang efektif dalam penyampaian gagasan. Gagasan yang dituangkan dalam bentuk tulisan bersifat tahan lama, tidak akan luntur diterjang waktu, meskipun orang yang menyampaikan gagasan telah tiada.

Kemampuan menulis merupakan kewajiban setiap mahasiswa sebagai seorang terpelajar. Menulis memang bukan perkara mudah, tapi juga bukan perkara sulit. Tulisan yang dihasilkan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari isi maupun kebenaran ilmiah. Oleh karena itu, untuk dapat menghasilkan tulisan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan, seyogianya mahasiswa harus terus belajar. Tradisi menulis mahasiswa bukan hanya sekedar pada lingkup penulisan makalah atau tugas, tapi juga pada lingkup penyampaian gagasan sebagai upaya pendokumentasian sejarah pribadi.

Terus berlatih menulis dengan baik dan benar akan semakin melenturkan saraf menulis. Tentu saja harus diiringi dengan kegiatan membaca, sebab membaca adalah kunci untuk menulis. Membaca bukan hanya sekedar mendapat asupan informasi saja, tapi juga untuk memperoleh ketajaman analisis dan berpikir terhadap suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Dengan begitu, mahasiswa dapat menghasilkan tulisan dengan gaya dan ciri khas yang unik. Seorang mahasiswa juga harus mempersiapkan diri dengan bekal memadai agar tulisan yang dihasilkan merupakan hasil wacana yang menarik sehingga memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi.

Menulis itu ibarat seni kriya (kerajinan), maka seorang mahasiswa harus berlatih terus-menerus agar semakin menguasai seluruh bahan yang akan ditulis. Modal bagi seorang mahasiswa untuk menulis adalah keterampilan berbahasa, kemampuan memilih kosakata, kedalaman bacaan dan wawasan, keberanian menafsir dan menyampaikan gagasan, serta mendayagunakan kekuatan yang dimiliki kata. Setiap mahasiswa dapat menulis tentang topik yang sama, tapi setiap mahasiswa pun berkesempatan untuk menggunakan opini dan sudut pandang tersendiri.

Dengan menguasai bekal itu, seorang mahasiswa bisa mulai membangun wacana dan pikirannya, kemudian terus melatih diri agar saraf dan kemampuan menulisnya terasah, hingga menjadi peka terhadap banyak hal yang menarik untuk ditulis. Pada saatnya nanti, seiring dengan ketekunan dan kematangannya mengasah keterampilan, lambat-laun seorang mahasiswa akan mulai menemukan gaya menulis dirinya sendiri. Memang, tidak semua mahasiswa akan menjadi garda terdepan (avant garde) yang bisa merombak tatanan pandangan masyarakat, termasuk dalam hal bahasa. Namun, setidaknya dia telah mencoba mengabadikan peristiwa agar bisa ditelusuri kembali dan ditemukan jejak-jejaknya oleh generasi selanjutnya, untuk kemudian terus diperbaiki dan disempurnakan.

Terasa bahwa menulis itu merupakan bagian dari kegiatan menafsir dan bermain dengan kata, makna, bahasa, nilai, dan sudut padang. Kemudian berusaha menampilkan dengan cara ungkap baru. Dari mahasiswa yang gemar menulis itulah diharapkan lahir generasi baru yang akan melakukan penfsiran baru, menghancurkan kebuntuan pikiran manusia, menemukan pencapaian baru, dan berusaha menguak tabir ilmu pengetahuan di alam semesta ini. Sudah seharusnya para mahasiswa mengembangkan tradisi menulis agar dapat menurunkan warisan yang berharga berupa gagasan yang brilian dan ilmu yang bermanfaat serta dapat mendokumentasikan sejarahnya sendiri.

One thought on “Mengembangkan Tradisi Menulis Mahasiswa

  1. Pingback: Menulis Karya Ilmiah untuk Kalangan Mahasiswa « Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s