Masalah Sistem Antrian Massal

Saya ini seorang pengendara sepeda motor dan sering merasa heran sekaligus kesal apabila masuk ke dalam sebuah sistem antrian kendaraan yang tidak berjalan dengan baik. Tentu Anda juga sebagai pengendara kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, mungkin pernah merasakan perasaan yang sama dengan saya. Contohnya ketika berada dalam antrian panjang untuk mengisi BBM atau ketika akan mengambil tiket parkir.

Sebenarnya, jika Anda perhatikan, seringkali stasiun pengisian BBM untuk sepeda motor lebih sedikit daripada untuk mobil. Terlihat dari perbandingan jumlah stasiun pengisian BBM untuk mobil dan sepeda motor yang tidak proporsional. Padahal, sebagian besar masyarakat kita adalah pengguna sepeda motor. Imbasnya, seringkali terjadi ketimpangan antara antrian sepeda motor dan mobil. Akibat antrian yang panjang tersebut, ada juga pengendara sepeda motor yang berpindah ke jalur pengisian BBM untuk mobil. Sedangkan di peraturan sudah ditentukan tentang bagian jenis kendaraan masing-masing. Ya, jadinya dianggap sebagai tindakan yang tidak disiplin. Padahal, (mugkin) bagi pelanggan, hal ini sangat dilematis.

Hal yang serupa juga terjadi pada sistem antrian tiket parkir. Seringkali jumlah pos tiket parkir untuk mobil lebih banyak (tidak proporsional) ketimbang pos tiket parkir untuk sepeda motor. Padahal, belum tentu (sebagian besar) pengunjung yang datang menggunakan mobil. Jika dilihat dari pencatatan waktunya pun, penarikan tiket untuk mobil dan sepeda motor tidak ada perbedaan yang signifikan. Namun, untuk pengisian BBM tadi, memang ada perbedaan waktu pengisian, tapi tetap saja jika dirata-ratakan, total waktu pengisian BBM untuk sepeda motor akan lebih lama karena intensitas pengisian BBM-nya terbilang cukup sering.

Jika saja para pengelola SPBU dan perparkiran itu mengambil mata kuliah Teori Antrian (Kapita Selekta Terapan I) pada Program Studi Matematika, maka (seharusnya) mereka dapat membuat manajemen yang lebih baik tentang pengelolaan sistem antrian agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Pada dasarnya, sistem antrian adalah sebuah fasilitas pelayanan dengan satu atau lebih pelayan (server) dan banyak pelanggan (customers) yang datang untuk meminta pelayanan. Bingung? Silakan pelajari😀

Dengan Teori Antrian ini, kita dapat mengambil kesimpulan tentang jumlah peralatan atau pelayan yang dibutuhkan agar kinerja dari sistem pelayanan tersebut bisa maksimal. Kinerja dari sistem pelayanan ini bisa diukur dari beberapa sudut pandang, yaitu: panjang antrian yang terjadi; lamanya seorang pelanggan menunggu; lamanya seorang pelanggan berada di sistem; selang waktu kesibukan para pelayan; dan sebagainya. Teori Antrian ini tidak hanya digunakan untuk sistem pelayanan saja, tapi juga pada sistem jaringan telekomunikasi, jaringan komputer, dan sebagainya.

Kembali ke masalah sistem antrian massal tadi, pada intinya pengelola SPBU dan perparkiran harus mempertimbangkan proporsi kendaraan yang datang, dilihat berdasarkan jenisnya (roda dua atau roda empat) kemudian mendatanya. Dengan demikian, berdasarkan hasil pengamatan dan pendataan di lapangan, pengelola SPBU dan perparkiran dapat membuat sistem antrian yang lebih proporsional untuk sepeda motor dan mobil sehingga penumpukan kendaraan pada satu stasiun atau pos bisa dikurangi. Pelayanan dan manajemen yang baik membuat pelanggan puas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s