Bike For Earth

Nampaknya, masyarakat Indonesia sedang tergila-gila dengan tren bersepeda. Saya yakin, setiap ada event bersepeda santai atau funbike pasti selalu ramai diikuti oleh masyarakat, khususnya oleh anak muda. Tidak terkecuali dengan orang tua. Hari Sabtu kemarin (12/02), saya mengikuti juga event Bike for Earth yang diadakan oleh Nymphaea ITB. Saya satu tim dengan Ghani, Yuma, Candra, Aul, dan Hana. Ada yang unik dari program acara ini, yaitu setiap tim harus memetakan tempat sampah yang dibuat oleh pemerintah (bertanda warna biru dan oranye). Namun, sampai saat ini saya masih belum tahu alasannya? Ada yang bisa menjelaskan, apa tindak lanjut dari pemetaan itu?

Selain itu, kami juga disuruh untuk melakukan kampanye anti plastik. Sekilas, idenya memang mirip dengan program Anti Plastik Bag Campaign yang dilakukan oleh kawan-kawan mahasiswa Teknik Lingkungan. Hanya saja, kampanye anti plastik-nya dirasa kurang efektif karena setiap kelompok terkendala oleh waktu. Ya, meskipun begitu, minimal kami bisa turut memberi sumbangsih nyata dalam gerakan anti plastik. Lihat saja dresscode yang kami gunakan. Maksudnya sih, ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa kantong plastik itu sebenarnya racun dan tidak ramah lingkungan.

Namun, dari masyarakat yang kami temui, ada juga yang belum tahu tentang itu. Oleh karena itu, kampanye Anti Plastic Bag Campaign seyogianya dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan. Jangan hanya sekedar kampanye saja, tapi adakan juga penyuluhan dan pendidikan kepada masyarakat agar masyarakat tahu penjelasan ilmiahnya. Jadi, ada upaya pencerdasan juga kepada masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu upaya tindak lanjut agar program yang dijalankan tidak terkesan “mengambang”.

Di luar itu semua, program-program seperti ini juga sebaiknya ditumbuh-kembangkan. Mumpung sebagian besar masyarakat kita sedang antusias dengan budaya bersepeda dan cinta lingkungan. Kita semua berharap agar budaya bersepeda ini tidak hanya sekedar budaya musiman saja. Oleh karena itu, perlu adanya suatu upaya, baik dari pemerintah, LSM, institusi, ataupun swasta, untuk turut menggiatkan kampanye bersepeda dan cinta lingkungan. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Foto: Sedang melakukan kampanye anti plastik di GOR Saparua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s