Memangnya Kenapa Kalau 14 Februari?

Saban tahun, tanggal 14 Februari telah menjadi polemik dan buah bibir bagi kalangan masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang kontra dengan budaya Valentine’s Day. Setiap tahun, selalu berulang peristiwa ini, meski telah dinyatakan haram mengikuti budaya yang tidak berlandaskan Islam. Namun, tetap saja budaya Valentine;s Day ini tetap berlanjut, seolah telah menjadi kemaklukman bersama. Sekilas, seolah Valentine’s Day ini hanya budaya musiman saja, tapi bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak remaja di masa mendatang.

Fenomena ini telah memberikan gambaran kepada kita tentang bangsa-bangsa yang selalu mengekor kepada bangsa lain. Jika melihat kenyataannya, benar apa yang disampaikan Ibnu Khaldun tentang perilaku bangsa-bangsa yang kalah, “Yang kalah cenderung mengekor yang menang dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai, malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk dalam masalah ini adalah mengikuti adat istiadat mereka…”. Benar pula apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia menjadi bagian dari mereka.” (HR. Abu Daud)

Kita tidak ingin perilaku bangsa kita selalu mengekor kepada budaya bangsa lain. Hal ini menandakan bahwa bangsa kita masih belum memiliki karakater kuat. Hal ini juga diperparah lagi dengan perilaku para pelaku bisnis yang memanfaatkan budaya Valentine’s Day ini sebagai lahan komersialisasi. Artinya, mereka memanfaatkan momentum ini hanya untuk mengeruk keuntungan pribadi tanpa terpikir dampaknya terhadap masyarakat kita, khususnya anak-anak remaja. Tengoklah acara-acara yang berbau Valentine’s Day itu.

Budaya perayaan Valentine’s Day telah merendahkan dan menyempitkan makna cinta itu sendiri. Cinta dihargai hanya dengan sebatang cokelat, setangkai bunga mawar, kartu ucapan selamat, dan perilaku seks bebas. Valentine’s Day juga telah menyempitkan fitrah rasa cinta manusia. Cinta itu fitrah dan dimiliki oleh setiap manusia, bahkan oleh orang yang keras hati sekalipun. Cinta itu hak setiap manusia dan tidak ada yang salah dengan cinta, yang salah hanyalah manusia yang salah menempatkan cinta. Cinta adalah perwujudan sifat Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahim, dan seharusnya berlaku secara universal serta menjadi rahmat bagi semesta alam.

Nah, yang menjadi masalah hari ini, mengapa makna cinta dibatasi hanya sehari saja? Bukankah cinta Allah telah menebar di bumi ini setiap waktunya, bahkan kepada orang yang bermaksiat sekalipun. Terlalu sempit jika memaknai cinta hanya sebatas 14 Februari dan terlalu dungu manusia jika menanti cinta hanya di tanggal 14 Februari saja. Tanggal 14 Februari hanyalah sehari dalam 365 hari. Sayang sekali jika kita sampai memaknai cinta sesempit ini. Memangnya kenapa kalau 14 Februari?

3 thoughts on “Memangnya Kenapa Kalau 14 Februari?

  1. Ali Reza

    Riwayat “menyerupai suatu kaum” itu apa saja sih batasannya? Apa yg jadi batasan sehingga dianggap tidak boleh karena “menyerupai suatu kaum”? Atau hadis itu bersifat umum sehingga maksudnya menyerupai suatu kaum dalam kebaikan maka boleh? Terima kasih.

    Reply
    1. Rizal Dwi Prayogo Post author

      Trmksh tanggapannya mas Ali. Menyerupai suatu kaum yaitu mengambil contoh, baik gaya hidup, tradisi, budaya, bahkan mungkin ideologi. Yg menjadi batasan utk menjadi pegangan adalah Al-Quran dan Sunah. Apakah “mengikuti suatu kaum” tersebut msh tetap berada dalam koridor Al-Quran dan yg dicontohkan oleh Nabi ataukah sudah keluar batas. Nah, utk yg keluar dari norma dan dari apa yg telah dicontohkan Rasul, itu yg dilarang. Apalagi sampai mengada-ngadakan suatu yg tidak dicontohkan Rasul (kemudian disebut bidah). Contoh Valentine. Itu mencontoh siapa? Apa maslahatnya? demikian.

      Wallahu’alam.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s