Seluk-Beluk Perjalanan Blog Ini

Seperti yang pernah saya tuliskan juga pada judul tulisan tentang proses kreatif, menulis bukanlah proses yang sekali jadi. Namun, untuk menelurkan sebuah tulisan harus melewati berbagai proses yang bisa dibilang agak rumit. Bukan hanya untuk menulis hal yang lain, tapi proses menulis untuk blog ini pun perlu usaha yang tidak boleh asal-asalan. Bagi saya, sesuatu yang ditampilkan di blog ini harus memiliki nilai manfaat bagi orang yang membacanya. Saya tidak ingin pengunjung yang datang tidak mendapat manfaat apa-apa dari blog ini. Oleh karena itu, barangkali itulah yang menjadikan proses pembuatan tulisan di blog ini bisa dibilang agak rumit karena harus mempertimbangkan aspek kualitas, semacam quality control.😀

Namun, kadang-kadang juga saya menyelipkan beberapa tulisan (posting) yang tidak terlalu serius, hal ini untuk memberi variasi kepada para pengunjung agar tidak jenuh dengan topik yang itu-itu saja. Nah, yang menjadi masalah adalah ketika tulisan sudah menjurus kepada sesuatu yang tidak penting. Alasan tersebut bisa saja terjadi karena keterbatasan ide (writer’s block), sehingga untuk menjaga blog tetap update, tulisan yang di-posting adalah tulisan yang kurang bermutu (asal update). Oleh karena itu, ketika saya mengalami writer’s block, maka saya akan membaca lebih banyak dari biasanya untuk memecah kebuntuan ide. Selain itu, untuk mendapat inspirasi yang tidak terdapat dalam buku, maka saya akan melakukan jalan-jalan.

Permasalahan utama agar blog tetap update adalah masalah konsistensi menulis. Namun, kadang yang menjadi penghambat adalah keterbatasan fasilitas, meskipun banyak ide di kepala. Keterbatasan akses internet merupakan salah satu penghambat. Saya juga pernah melakukan kegiatan menulis setiap hari dalam satu bulan (pada saat Ramadan 1431 H). Menulis setiap hari ternyata bukan perkara yang mudah. Untuk bisa menghasilkan tulisan setiap hari, saya harus berusaha keras menangkap setiap inspirasi yang datang. Selain itu, diperlukan konsistensi yang tinggi. Saya bersyukur dapat menyelesaikan target Ramadan saat itu: menulis setiap hari.

Lantas, mengapa kini—-di luar Ramadan—-kegiatan menulis setiap hari terasa begitu berat? Saya menyadari bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang spesial. Selalu ada inspirasi dan ide yang bisa dituangkan menjadi tulisan. Suasana Ramadan memang berbeda dari bulan-bulan lainnya; saya bisa mendengarkan ceramah lebih banyak, mengikuti kajian lebih banyak, dan mendapat ilmu serta inspirasi lebih banyak. Mungkin inilah salah satu pembangkit ide dalam menulis, yaitu berada dalam suasana baru dan berbeda dari biasanya.

Mungkin, alasan yang bisa dijadikan pembenaran ketika tidak dapat menulis setiap hari adalah masalah kesibukan. Memang ada benarnya. Namun, semua itu kembali lagi ke masalah kepandaian membagi waktu. Hal ini juga akan menguji motivasi seseorang dalam menulis. Perlu dimaknai kembali motivasi seseorang dalam menulis; pertanyakan juga prinsip AMBAK: Apa Manfaatnya Bagiku (menulis)? Jika motivasi dan AMBAK-nya sudah kuat, maka halangan dan kebuntuan menulis akan bisa diatasi sedikit demi sedikit. Meskipun kesibukan menghadang, tetapi tetap berusaha menelurkan manfaat dan inspirasi melalui tulisan.

Bagi pengunjung setia blog ini (memangnya ada ya? Hehe), mungkin sudah hafal ritme dan frekuensi update blog ini. Sedapat mungkin saya meng-update blog ini secara berkala. Tentu bergantung juga kepada inspirasi yang ada dan ketersediaan akses internet. Namun, selama ini saya tidak tahu persis siapa-siapa saja pengunjung setia blog ini (hehe :D), alasannya karena setiap pengunjung yang berkomentar adalah orang yang berbeda-beda. Jadi, saya tidak tahu persis siapa pengunjung yang benar-benar mengikuti perjalanan blog ini. Mungkinkah Anda salah satunya? Oleh karena itu, saya terbuka sekali dengan komentar dari Anda. Selain untuk mewarnai perjalanan blog ini, saya juga berharap bisa bersilaturahim dengan para pengunjung sekalian.  Mudah-mudahan Anda tertarik dengan blog ini bukan karena melihat siapa penulisnya (subjektif), tapi lebih kepada isi dari blog ini (objektif).

One thought on “Seluk-Beluk Perjalanan Blog Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s