Taman Surga Bumi Indonesia

Jika Anda menyukai kegiatan traveling, menonton tayangan tentang traveling, atau membaca majalah traveling, tentu Anda kerap melihat pemandangan alam Indonesia yang menyejukkan mata, bahkan membuat Anda berdecak kagum sambil melafalkan tasbih. Dalam lagu Koes Plus, terdapat syair yang menggambarkan betapa indahnya alam raya Indonesia. Syairnya kira-kira seperti ini: “Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman…”. Begitu kira-kira.

Tanah air kita diibaratkan bagai “sekeping taman surga yang hadir ke bumi”. Itulah rahmat Allah yang dianugerahkan kepada bangsa kita. Kemana kaki melangkah dan mata memandang, akan terlihat tanah yang subur, sawah ladang hijau terhampar, belum lagi dengan potensi yang terkandung di dalamnya. Entahlah, berapa orang yang masih belum menyadari ini.

Sistem kerja alam ini bekerja secara seimbang dan harmonis. Kerja sama yang demikian harmonis diperagakan oleh segala unsur-unsurnya: manusia dan hewan memerlukan oksigen dan menghembuskan karbondioksida, sedangkan tumbuhan menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida. Sesuatu yang tidak dibutuhkan, akan diberikan kepada yang membutuhkan. Tidak menumpuk-numpuk. Sungai mengairi tumbuhan, hutan membendung banjir, matahari menghangatkan, siklus air diputar oleh awan dan hujan. Bagaiman jika satu sama lain tidak saling memberi? Hanya menumpuk untuk dirinya sendiri?

Sebanyak apa potensi air di alam ini? Seberapa besar potensi pada sebulir padi? Seberapa besar potensi segenggam rumput yang hijau? Adakah yang tidak seimbang? Masing-masing mengemban tugasnya sesuai sunatullah. Bagi yang mencoba keluar dari sunatullah, pasti akan mengalami kepunahan atau kerusakan. Pohon besar tidak akan mengambil jatah air pohon kecil. Masing-masing sesuai dengan kadar yang dibutuhkan. Tidak kurang, juga tidak berlebihan. Yang penting mencukupi. Parameter yang dituju hanya cukup.

Begitu juga dengan kehidupan manusia. Hubungan antara manusia dengan alam atau hubungan manusia dengan sesamanya, bukan merupakan hubungan antara penakluk dan yang ditaklukkan atau antara tuan dengan hambanya, tapi hubungan kebersamaan dalam ketundukan kepada Allah. Kemampuan manusia dalam mengelola alam bukanlah merupakan kekuatan yang dimiliki, tapi anugerah Allah.

Semakin kukuh hubungan manusia dengan alam raya, akan semakin dalam pengenalan terhadap ciptaan-ciptaan-Nya. Sehingga akan semakin banyak yang dapat diperoleh dari alam ini. Semakin baik interaksi manusia dengan manusia, alam dan Tuhannya, pasti akan semakin banyak yang dapat dimanfaatkan dari alam raya ini. Setiap unsur akan bekerja secara seimbang dan harmonis serta saling melengkapi satu sama lain. Dengan begitu, Allah pun akan memberkahi.

Yang menundukkan alam adalah Allah, manusia tidak memiliki kemampuan sedikitpun kecuali apa yang telah diizinkan-Nya. Jika demikian, manusia tidak mencari kemenangan, tapi lebih kepada keselarasan. Manusia dan alam sama-sama ditundukkan atau tunduk kepada Allah, sehingga harus saling bersahabat. Taman surga yang menghiasi alam Indonesia ini harus mampu membuat kita menarik pelajaran agar dapat meraih taman surga yang berada di seberang sana. Taman surga yang berada di alam dan kehidupan yang lain.

3 thoughts on “Taman Surga Bumi Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s