Knowledge Based IT

Dalam era informasi sekarang ini, memiliki ilmu pengetahuan dan keahlian dalam berbagai bidang menjadi sangat penting. Keduanya—-knowledge & skill—-diperlukan untuk mengimbangi kemajuan dunia teknologi informasi yang semakin pesat. Siapa yang mampu mengimbangi, ia akan bisa mengendalikan arus. Siapa yang tertinggal, ia akan terseret arus informasi. Memang, manusia memiliki keterbatasan dalam menguasai hal tertentu. Tidak banyak juga orang yang multi talenta. Namun, setiap orang pasti memiliki hasrat yang kuat terhadap pengetahuan. Oleh karena itu, untuk terus menumbuhkan pengetahuan dan keahlian yang ada pada dirinya, setiap manusia seyogianya harus terus belajar, belajar, dan belajar.

Mengembangkan pengetahuan dan keahlian harus didasari oleh motivasi yang kuat dari dalam diri dan antusiasme dalam menuntut ilmu. Manusia pembelajar adalah manusia yang selalu haus akan ilmu pengetahuan. Semakin direguk, akan semakin haus yang dirasakan. Itulah yang mendorong kita untuk selalu belajar. Tak dibatasi oleh gelar dan tak dibatasi oleh jenjang pendidikan formal. Sebab, ilmu pengetahuan itu tak berbatas dan tak ada ujung pangkalnya. Adalah tugas kita untuk selalu berkelana mencari ilmu, bahkan dari saat buaian hingga liang lahat.

Sekarang adalah zamannya knowledge based IT, the age of abundant knowledge. Abad yang bergelimang dengan pengetahuan. Bahkan, produksi pengetahuan lebih cepat dan masif ketimbang kemampuan manusia menyerapnya. Alhasil, siapa yang tidak mampu mengimbangi, ia akan tertinggal. Dan siapa yang mampu berada di garda terdepan dalam menguasai pengetahuan, ia akan memiliki daya saing dan nilai tawar yang tinggi. Jadi, inilah masa-masa emas bagi generasi muda Indonesia untuk bisa lebih banyak menguasai pengetahuan dan keahlian.

Kemudahan fasilitas yang ada pada masa kini tentu sangat jauh berbeda saat sebelum hadirnya teknologi informasi atau saat internet belum berkembang pesat seperti sekarang ini. Kini zamannya the age of internet. Akses terhadap ilmu pengetahuan jauh lebih mudah. Hal ini juga menjadi sinyalemen bagi kita untuk dapat mempersiapkan diri agar lebih baik lagi ketika menyongsong perkembangan zaman. Akses ilmu pengetahuan sudah bisa dinikmati secara mudah dan murah. Tidak hanya itu, dengan adanya internet, kita dapat lebih mudah mengakses ilmu pengetahuan secara lengkap. Dengan demikian, diharapkan setiap manusia yang dapat menikmati kemudahan mengakses pengetahuan tersebut dapat tumbuh menjadi manusia global yang berdaya saing.

Pertumbuhan ilmu pengetahuan semakin cepat, tidak sebanding dengan jumlah orang yang mampu menguasainya. Padahal, dunia membutuhkan pengetahuan-pengetahuan baru untuk dapat menciptakan inovasi. Maka, untuk menghadapi zaman inovasi seperti itu, dibutuhkan manusia-manusia yang mampu menyerap pengetahuan secara cepat untuk dapat mengejawantahkan pengetahuannya tersebut. Dan hal yang lebih penting adalah: diperlukan manusia-manusia yang memiliki semangat pembelajar, yaitu manusia-manusia yang mau dan selalu ingin belajar.

Itulah gunanya institusi pendidikan dalam mengembangkan semangat sebagai seorang pembelajar pada diri setiap individu. Semangat ini harus tumbuh bersamaan dengan proses tumbuh-kembangnya kedewasaan seseorang. Itulah pentingnya proses ketimbang hasil. Hal ini merupakan momen dan kesempatan yang besar. Apalagi, kini zamannya internet. Ilmu-ilmu pengetahuan dapat secara mudah diakses dengan internet. Mestinya, adanya kemudahan akses internet ini tidak membuat kita beralasan bahwa ada jarak untuk mendapat pengetahuan baru.

Mesti kita sadari pula bahwa dalam proses perjalanan mencari ilmu, kita tidak dapat serta-merta memahami ilmu pengetahuan hanya dalam sekali jadi. Diperlukan proses yang berkesinambungan karena pengetahuan itu dibangun secara bertahap, berproses, lalu kemudian menjadi sesuatu yang mengendap. Tentu hal tersebut memerlukan proses yang berada “sedikit” di atas rata-rata dan waktu yang tidak sekejap. Hal ini juga untuk menjadikan ilmu yang kita kuasai dapat mengakar kuat pada diri kita.

Tentunya tidak mudah membangun kesadaran setiap manusia untuk lebih mencintai ilmu. Kesadaran tersebut harus tumbuh dari individu masing-masing agar dapat mengakar kuat. Perkembangan teknologi informasi seperti sekarang ini harusnya membuat kita menyadari bahwa pengetahuan itu semakin mudah untuk diakses. Ini zamannya knowledge based IT, the age of abundant knowledge. Begitu banyak pengetahuan yang “berserakan” di sekitar kita, tinggal menunggu kesadaran masing-masing dari kita untuk mau dan bersemangat dalam mengupayakannya. Semakin banyak ilmu, akan semakin membuat manusia bermartabat. Hal ini tidak saja berpengaruh pada peningkatan kualitas diri pribadi, tapi juga akan meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di suatu bangsa.

Tulisan ini dimuat di detik.com

3 thoughts on “Knowledge Based IT

  1. Pingback: Inovasi Proses Pembelajaran « Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya

  2. Pingback: Inovasi Proses Pembelajaran « Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s