Fluktuasi Gagasan

Dua hari saya tidak mempublikasikan tulisan di blog ini. Hal yang biasa? Barangkali ini hanya perkara remeh. Namun, bagi saya, ini merupakan “pelanggaran” terhadap komitmen yang telah dibuat sebelumnya: (berusaha) menulis setiap hari. Ya, bagaimana lagi? Dua hari kemarin saya tidak menemukan gagasan yang benar-benar bisa menjadi bahan tulisan ataupun menjadi bahan kajian bersama. Alasan klise-nya seperti itu. Hal ini bisa jadi karena gagasan yang ada di kepala saya sedang mengalami fluktuasi. Mungkin penyebabnya adalah kurangnya asupan informasi atau mungkin sekedar faktor teknis.

Blog ini saya jadikan sebagai bahan pembelajaran, baik itu pembelajaran dalam hal pengujian komitmen maupun pembelajaran dalam hal menuangkan gagasan. Targetnya, saya berusaha menampilkan apapun dalam blog ini, tentu yang terkait dengan ilmu, gagasan, ataupun pengalaman yang saya rasa bisa menjadi bahan pelajaran bersama. Nah, yang menjadi permasalahan kini adalah ketersediaan stok untuk dijadikan bahan tulisan. Gagasan tidak selalu timbul setiap hari. Bahkan, malah gagasan hanya muncul sesekali saja dalam seminggu. Hal itu pernah terjadi pada saya.

Fluktuasi gagasan. Barangkali inilah yang menjadi permasalahan dalam menulis. Dalam satu hari misalnya, bisa saja gagasan mengalir deras bak air bah. Jika sudah begitu, bisa saja menghasilkan tulisan lebih dari satu. Atau bahkan, luapan gagasan tersebut dicadangkan untuk menjadi bahan tulisan di keesokan harinya. Tentu saja dengan menuliskan terlebih dulu gagasan tersebut di dalam catatan, baru kemudian dikembangkan di keesokan harinya.

Nah, bukan tanpa masalah dengan metode seperti itu. Kadang, gagasan yang telah membuncah di hari-hari kemarin, justru sulit untuk dikembangkan. Mungkin karena ada hal-hal yang terlupa, atau mungkin gagasan hari kemarin sudah dianggap tidak relevan lagi dengan kondisi yang ada. Bukan hal yang tidak mungkin pula bahwa gagasan tidak muncul dalam satu hari. Itu wajar saja terjadi. Di satu hari, kita pernah mengalami luapan gagasan. Namun, di hari yang lain, bisa jadi malah gagasan tidak muncul sama sekali. Untuk mengakalinya, bisa dibuat semacam bank gagasan. Jadi, gagasan yang tidak sempat tertuangkan dalam satu hari, bisa kemudian menjadi bahan tulisan di hari yang lain.

Saya pun masih belajar untuk mengatur luapan gagasan tersebut. Oleh karena itu, saya selalu mencatat gagasan yang timbul di notepad, HP, atau buku catatan. Namun, ya itu tadi, gagasan yang telah tertulis tidak selalu menjadi tulisan. Selalu saja ada gagasan yang saya rasa tidak relevan di kemudian hari atau bahkan saya rasa tidak penting untuk dipublikasikan. Sering juga saya merasa perlu untuk menuliskan semua luapan gagasan di satu hari dengan harapan bakal ada gagasan lain di kemudian hari. Meskipun belum tentu ada. Namun, itu saya lakukan jika memang sedang dalam keadaan waktu luang. Khawatir ada pekerjaan lain—-yang lebih diprioritaskan—-di kemudian hari.

Jadi, barangkali itulah sebabnya saya (kadang) mempubikasikan lebih dari satu tulisan dalam satu hari. Atau malah tidak mempublikasikan apa pun. Intinya, bergantung kepada fluktuasi gagasan yang ada di kepala saya. Jika sehari-dua hari tidak ada gagasan yang muncul, itu masih terhitung wajar. Namun, jika sudah berhari-hari belum saja muncul gagasan, bisa jadi sudah termasuk kronis. Penyebabnya (mungkin) adalah kurangnya kepekaan dalam diri untuk menangkap setiap momen yang ada di sekeliling. Atau bahkan, dalam diri kita tertanam penyakit terselubung, yaitu keengganan untuk belajar mencari gagasan yang baru dan bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s