Inovasi Proses Pembelajaran

Berkaitan dengan topik Knowledge Based IT yang pernah saya tuliskan sebelumnya, proses pembelajaran dalam dunia pendidikan kini bisa semakin mudah untuk diakses. Proses pembelajaran online atau yang lebih dikenal dengan e-learning kini sudah merambah dunia pendidikan, meskipun belum merata di seluruh institusi pendidikan. Hal ini disebabkan masih terbatasnya infrastruktur yang ada sehingga masih belum memungkinkan untuk diterapkan di seluruh institusi pendidikan. Setidaknya untuk saat ini.

Pemanfaatan teknologi informasi di dunia pendidikan memang terasa masih minim. Padahal, dunia pendidikan seharusnya ikut andil dalam pengembangan teknologi informasi. Secara fisik, wujud dari pemanfaatan teknologi informasi tersebut memang sudah dirasakan oleh sebagian (besar?) kalangan akademisi. Namun, pemanfaatan teknologi informasi tersebut masih hanya sebatas untuk mempermudah aksesibilitas saja, belum dibarengi dengan inovasi pada teori dan teknik pendidikannya itu sendiri.

Akibat dari ini, mahasiswa menjadi seperti kebanjiran informasi. Sedangkan kemampuan untuk menyerap ilmu pada sebagian orang terbatas, sehingga proses pembelajaran seperti ini dirasa masih belum efektif. Arus informasi yang tidak seimbang dengan kemampuan mahasiswa untuk menyerap ilmu justru akan menyebabkan mahasiswa tidak memiliki waktu untuk berpikir dan mengerti.

Pemanfaatan teknologi informasi di perguruan tinggi (atau di institusi pendidikan pada umumnya) masih tertinggal dibandingkan dengan di dunia bisnis. Terlebih lagi Indonesia memiliki kultur yang berbeda dengan negara-negara barat sehingga pemanfaatannya juga mungkin berbeda.

Yang terjadi sekarang hanyalah “pemindahan” materi kuliah menjadi materi kuliah online. Belum ada inovasi pada isi dan bentuknya. Itu hanya seperti memindahkan catatan di buku tulis ke berkas elektronik saja. Memang, hal ini juga dirasa sebagai kemajuan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam kegiatan belajar mengajar. Namun, tetap dibutuhkan inovasi yang tidak hanya sekedar mengubah wujud fisiknya saja, tapi juga secara konseptualnya.

Hal yang bisa kita lihat berbeda adalah kebiasaan mahasiswa sekarang yang sudah berbeda (jauh?) dengan generasi dahulu. Mungkin karena lingkungan dan tuntutannya pun sudah berubah. Atau mungkin kurikulumnya juga sudah berbeda. Dan tentu saja, cara untuk mengajar atau menyampaikan ilmu pun ikut berubah. Sekarang mahasiswa (atau siswa) lebih terbiasa menggunakan internet (Wikipedia, Youtube, Blended Learning, dan semacamnya) dibandingkan dengan proses pembelajaran di kelas (offline).

Digitalisasi materi ajar adalah salah satu langkah menuju pemberdayaan teknologi informasi di dunia pendidikan. Hal yang paling mendasar adalah konstektualitasnya. Hal ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Hadirnya kemudahan teknologi informasi dalam dunia pendidikan intinya adalah sebagai alat. Semuanya harus dikembalikan ke konteks asal pendidikan. Namun, disamping itu semua, tetap diperlukan seorang pengajar (guru, dosen) untuk mengajar mahasiswa (dan siswa) secara langsung (bertatap muka). Hal ini diperlukan untuk menjaga esensi pendidikan, yaitu untuk menurunkan nilai-nilai serta mewujudkan generasi pembelajar yang berkarakter dan cinta ilmu—-yang tidak bisa diajarkan lewat internet.

One thought on “Inovasi Proses Pembelajaran

  1. Indra

    Yup, memang. Kini diperlukan inovasi2 baru dalam proses pembelajaran. Bukan hanya sekedar mengubah tampilan fisiknya saja. tapi juga lebih kepada esensi dari proses yg dilakukan.. SSssaaahh. Mantap ga?😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s