Mengelola Pengetahuan

Dalam konteks makro, kita mengalami perubahan dari era agraris ke era industri, lalu ke era informasi, bahkan kemudian kini kita telah memasuki era pengetahuan. Era pengetahuan inilah yang menandai lahirnya suatu ekonomi baru. Berbeda dengan ekonomi lama yang mengandalkan aspek fisik dan finansial sebagai keunggulan utama. Aset dalam ekonomi baru adalah manusia, lebih khusus lagi adalah pengetahuan yang terus-menerus berkembang.

Dinamisasi global semakin menyadarkan kita bahwa keunggulan kompetitif hanya dapat dicapai dengan mengelola pengetahuan (knowledge management). Inilah karakteristik baru yang menempatkan pengetahuan sebagai aset terpenting untuk memenangkan persaingan. Mengelola pengetahuan adalah rangkaian dari proses menyimpan, meningkatkan, dan membagikan pengetahuan tersebut agar dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama.

Dalam rangka mengelola pengetahuan, terdapat tiga tahapan yang harus dilakukan secara sistematis. Pertama, eksplorasi, yaitu mengembangkan pengetahuan dan bakat yang dimiliki oleh masing-masing individu. Kedua, eksploitasi, yaitu memanfaatkan pengetahuan dan bakat tersebut untuk kebermanfaatan sebanyak-banyaknya manusia. Pada tahap kedua ini, pengetahuan yang bersifat tacit akan dibuat eksplisit. Ketiga, inovasi, yaitu menciptakan sesuatu (dengan tampilan) yang baru. Di sinilah semangat pembelajar harus ditumbuhkan agar tetap bisa produktif dan inovatif.

Proses mengelola pengetahuan tersebut membutuhkan mentalitas spirit of sharing. Mentalitas ini diwujudkan dalam bentuk keinginan untuk selalu berbagi dengan orang lain. Terutama berbagi pengetahuan. Hingga nantinya, akan terjadi akumulasi pengetahuan. Pengetahuan itu bersifat unik, semakin dibagikan, akan semakin bertambah. Pengetahuan harus terus-menerus dikembangkan, ditantang, dan dikembangkan. Jika tidak, pengetahuan itu akan punah.

Pengetahuan didapat dari proses pembelajaran. Dan proses pembelajaran bisa dilakukan melalui empat tahapan:

  1. Capture, menangkap;
  2. Expand, mengembangkan dengan pengalaman sendiri;
  3. Apply, menerapkannya;
  4. Share, berbagi.

Belajar—-dari tahap capture—-tanpa disertai dengan mengelola pengetahuan akan dirasa kurang mangkus (efektif). Dan pengetahuan akan lebih mudah didapat dengan mengembangkan budaya belajar. Kemudian, pengetahuan yang didapat tersebut terkena tanggung jawab untuk dibagikan. Sebab, pengetahuan adalah hak bersama dan akan menjadi aset yang bisa meningkatkan kompetensi inti dari setiap individu.

Pengetahuan yang kita dapat dari proses belajar, bukan untuk sekedar mencari gelar atau kebutuhan mental, tapi juga untuk meningkatkan amal, untuk bisa mengajarkan, untuk bisa berbagi, dan memenuhi kebutuhan spiritual.

3 thoughts on “Mengelola Pengetahuan

  1. Damara Sofia

    Mantap!! Artikel yang menarik. Menurut saya secara subyektif, tahapan sharing akan menjadi sangat penting. Karena melalui sharing sebenarnya kita memulai lagi tahapan capture dengan menerima feedback2 dari rekan sharing kita.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s