Menjadi Eksplisit dengan Menulis

Menulis bisa dikatakan juga sebagai perjalanan ke dalam diri sendiri. Membuka diri selebar-lebarnya dan mengungkapkan apa yang tersimpan di dalam diri. Baik itu potensi maupun nilai-nilai kehidupan yang dipegang. Setiap orang tentu memiliki suatu hal yang berharga dalam dirinya. Di dalam diri manusia tersimpan sesuatu yang sangat penting dan berharga untuk kemudian bisa dibagikan kepada orang lain.

Sesuatu yang berharga dalam diri manusia itu dapat dikeluarkan dengan kegiatan menulis. Pengetahuan yang tersimpan masih bersifat tacit knowledge dan harus diubah menjadi eksplisit. Memang, tidak hanya dengan menulis setiap orang dapat mengekplisitkan dirinya. Bisa juga dengan kegiatan ekspresi seni, lomba bakat, dan sejenisnya. Namun, kegiatan menulis memiliki perbedaan tersendiri, karena menulis mampu membuat seseorang menggali lebih dalam ke dalam dirinya.

Ketika kita menulis, kita kadang diantarkan menuju gudang penyimpanan tacit knowledge. Tacit knowledge adalah pengetahuan yang sudah ada di dalam diri kita akibat pengetahuan dan pengalaman bertahun-tahun yang kita peroleh ketika menjalankan sebuah kegiatan tertentu secara berulang-ulang. Pengetahuan tersembunyi itu akan hilang jika tidak kita gali dan tidak kita eksplisitkan dalam bentuk tertulis.

Proses penggalian itu terjadi sejak awal proses menulis, yaitu ketika kita menggali ide-ide di dalam diri. Kemudian kita membaca pikiran kita sendiri. Lalu, kita memperbaiki ataupun menambahkan tulisan itu dengan sesuatu yang terus berkembang di dalam diri kita. Makna menulis disini tidak disempitkan hanya sebagai menulis sesuai dengan kaidah-kaidah karya ilmiah. Namun, lebih dari itu, menulis disini dimaknai sebagai suatu proses penggalian diri. Dan kemudian diungkapkan dalam bentuk tertulis.

Proses menggali diri dari kegiatan menulis tidak dapat dilakukan hanya sekali jadi. Ini memerlukan latihan dan pembiasaan yang terus-menerus. Jika meminjam istilah Malcolm Gladwell, agar kita memiliki keahlian dalam satu bidang tertentu, kita harus melakukannya selama 10.000 jam. Saya memaknai 10.000 jam ini sebagai latihan yang konsisten.

Latihan menulis yang terus-menerus mampu membuat kita menggali diri lebih dalam. Hingga pada satu titik tertentu, kita merasakan kesenangan dan kenyamanan dalam menulis karena kita telah menemukan diri kita yang sesungguhnya dalam tulisan kita. Bukan orang lain, tapi diri kita sendiri. Hingga kita bisa berkaca pada tulisan kita sendiri, seperti apa dan sejauh mana diri kita saat ini.

3 thoughts on “Menjadi Eksplisit dengan Menulis

  1. Agung

    Yup, benar sekali. Menulis awalnya sbg hobi yg akan membawa manfaat buat penulisnya. Lama-kelamaan, tiap penulis punya karakternya sendiri🙂 salam.

    Reply
  2. Indraaris

    Yup, bener mas. Semakin banyak nulis, maka kita akan semakin kenal dgn diri pribadi kita (gaya kita sendiri).

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s