Kelirumologi Cara Belajar

Sebenarnya, kita ini bisa belajar dari apa saja dan siapa saja yang berada di sekeliling kita. Tidak terkecuali belajar dari anak-anak. Jika kita melihat anak-anak, mereka belajar dengan seluruh organ indra yang dimilikinya. Mereka juga melakukannya dengan senang hati (fun) dan tidak merasa dipaksa. Sehingga apapun yang mereka pelajari akan dapat dipahami dengan mudah.

Pada dasarnya, anak-anak belajar atas dua motif, yaitu ketidaktahuan dan keingintahuan. Segala sesuatu yang menarik bagi mereka akan dicoba dan—tentu saja—ini karena ada rasa ketidaktahuan sekaligus rasa keingintahuan dalam diri mereka. Mari kita lihat lebih dalam ke dunia anak-anak.

Anak-anak mulai belajar tengkurap pada usia sekitar 6 bulan, belajar “mengoceh” pada usia sekitar 1 tahun, belajar merangkak sekitar usia 1 tahun, kemudian mencoba untuk belajar berjalan—meski tertatih-tatih—pada usia 1.5 tahun, dan seterusnya. Mereka betul-betul menjalani proses pembelajaran yang luar biasa. Namun, mereka tetap senang melakukannya.

Nah, pelajaran itu yang dapat kita ambil dari anak-anak: belajar dengan perasaan senang. Jika ditanya tentang kesenangan, tentu ini erat kaitannya dengan minat dan bakat yang dimiliki oleh seseorang. Sudah barang tentu orang akan merasa senang melakukan pekerjaan (dalam hal ini belajar) yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Namun, sebaliknya, ia tidak akan merasa senang jika dipaksa.

Rasa senang dalam belajar itu mulai terkikis sedikit demi sedikit seiring dengan kenaikan tingkat pendidikan seseorang. Hal ini bisa saja terpengaruh oleh lingkungan, indoktrinasi dalam kegiatan belajar-mengajar sehingga memampatkan kreativitas, peran media cetak, dan juga peran teknologi informasi yang terus berkembang.

Bisa jadi, justru hal itu bisa menjadi bumerang dalam menurunkan minat belajar seseorang sehingga tidak merasa gembira lagi dalam belajar. Kunci Akselerasi belajar adalah mengembalikan kegembiraan dalam belajar. Anak-anak akan belajar paling baik dalam lingkungan yang ditandai dengan adanya minat dan kebahagiaan pribadi dan bukan lingkungan penuh intimidasi, kebosanan dan stres.

Nah, bagaimana jika sudah kadung tidak bergembira dalam belajar. Maka, perlu ditanyakan kembali apa cita-cita dan impian terbesar orang itu. Orang akan merasa senang melakukan sesuatu jika ada motif yang dapat memberikan manfaat untuk dirinya. Tentu saja, belajar mendatangkan manfaat bagi setiap orang. Mudah-mudahan saja ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kegembiraan kita dalam belajar.

3 thoughts on “Kelirumologi Cara Belajar

  1. Imam arif

    Kita emang terkesan “angkuh” jd ga mau niru anak kecil, padahal kan banyak yg bisa kita pelajari. Contohnya ya, bergembira saat belajar ini.. hehe.

    Reply
  2. Agus Santosa

    Kegembiraan saat belajar inilah yg harus dikondisikan lagi di sekolah2.. Supaya anak didik kita dapat terus terpacu utk berprestasi.. Salam🙂

    Reply
  3. kak zepe lagu2anak.blogspot.com

    Haii… salam kenal…menarik sekali artikel anda dan blognya juga keren
    saya pencipta lagu anak dan penulis artikel yang berhubungan dengan dunia anak-anak.
    Saya juga punya blog yang berisi lagu2 ana ciptaan saya, dan banyak artikel tentang
    parenting tips, pendidikan kreatif, dongeng pendidikan, dan masih banyak lagi.
    silakan berkunjung ke blog saya di
    http://lagu2anak.blogspot.com

    Kak Zepe

    oh iya..bila berkenan, mari bertukar link..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s