Kesantunan vs. Berlomba dalam Kebaikan

Kita perlu berhati-hati dalam memaknai kesantunan dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Khawatirnya, kita akan memiliki pola pikir yang keliru terhadap kedua hal ini. Pada dasarnya, kedua hal ini adalah sikap yang terpuji. Namun, kadang kita suka keliru jika harus menghadapi dua hal ini sekaligus.

Kesantunan disini diartikan sebagai mendahulukan orang lain di atas kepentingan pribadi. Sedangkan kita tahu, berlomba dalam kebaikan berarti kita berusaha semaksimal mungkin melakukan kebaikan-kebaikan. Nah, yang saya maksud keliru dalam pemaknaan dua hal ini yaitu kita secara tidak sadar melewatkan kesempatan berlomba dalam kebaikan “hanya” karena menganggap perlu berlaku santun.

Saya beri contoh. Misal saja, ketika kita (laki-laki muslim) hendak shalat Jumat, kita melihat ada shaf di depan kita yang kosong. Lantas, atas nama kesantunan, kita mempersilakan orang lain untuk mengisinya. Padahal, shaf terdepan memiliki keutamaan yang lebih dibandingkan dengan shaf belakang. Nah, justru di sinilah kita harus berlomba-lomba.

Saya tidak tahu, mungkin masyarakat Indonesia yang sudah kadung dicap sebagai orang santun, jadi mengabaikan berlomba dalam kebaikan. Jadi, kesannya selalu mempersilakan orang lain untuk mengambil kesempatan kebaikan-kebaikan. Lagi-lagi, dengan berdalih kesantunan, ia menghilangkan kesempatan berlomba dalam kebaikan.

Tentu saja, kita perlu menyelaraskan kesantunan dan berlomba dalam kebaikan ini sesuai konteksnya. Jika dirasa kesempatan kebaikan yang ingin kita ambil lebih bermanfaat untuk orang lain, ya silakan beri kesempatan untuk orang lain. Namun, jika itu adalah sarana kebaikan untuk diri kita, yang baik manfaatnya, maka kita harus cepat-cepat mengambil kesempatan itu.

Jika terus mengatasnamakan kesantunan—kesantunan yang salah kaprah, khawatirnya kita terbiasa untuk melewatkan kesempatan-kesempatan kebaikan. Dan yang sangat disayangkan, kita jadi bersikap minimalis. Jika orang lain tidak tergerak mengambil kesempatan itu, kita langsung ambil saja.

… Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu” (Q.S Al-Maidah[5]: 48)

3 thoughts on “Kesantunan vs. Berlomba dalam Kebaikan

  1. Goda-Gado

    hehehehe
    kalao Sholat Jumat khan itungannya bukan shofnya tetapi Siapa yg datang lebih dulu bukan sih??
    klo masalah di depn agar diisi org lain, itu krn nyari posisi di masjid hrs strategis mas..😀

    hehehe

    Reply
    1. Rizal Dwi Prayogo Post author

      Iya, memang dr yg datang duluan. Tp (kebanyakan) orang yg datang duluan itu ga langsung nyari shaf terdepan, malah nyari tiang-tiang biar enak tidur waktu ceramah.. hehe..

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s