Menerobos Hujan

Kemarin malam sewaktu akan beranjak pulang dari DT, saya tidak sadar kalau malam tadi sempat hujan. Kelihatan dari jalan-jalan yang basah dan masih terasa gerimis. Tapi, saya pikir hujannya tidak terlalu besar juga. Ya sudah, saya nekad saja pulang daripada kemalaman di sana. Lagipula saya tidak tahu kapan hujan akan berhenti.

Ternyata, saat baru sampai Jalan Setiabudhi, hujan turun makin deras. Saya pikir karena waktu itu saya berada di bawah pohon, jadi saya kira air dari pohon yang bercucuran. Tapi nyatanya benar-benar hujan deras. Mau mengeluarkan jas hujan dari bawah jok motor, tapi kadung sudah mau sampai rumah (rumah Nenek saya). Ya sudah, saya terobos saja hujannya.

Tanggung sekali ya kalau hujan turun sewaktu kita mau sampai ke rumah (bukan bermaksud memaki hujan). Mau memakai jas hujan juga terasa sudah kadung dekat rumah (betapa repotnya memakai jas hujan :D). Mau menepi dan berteduh juga mending cepat-cepat pulang saja. Ya sudah, saya terobos saja hujannya. Meski basah kuyup saat sampai rumah.

Daripada memaki-maki hujan, mending kita berdoa saja ya saat kehujanan. Karena salah satu waktu mustajab terkabulnya doa adalah saat hujan. Imam Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak karena pada saat hujan, Allah menurunkan rahmat-Nya. Jadi, jangan takut hujan-hujanan (sambil berdoa tentunya), hehe…

3 thoughts on “Menerobos Hujan

  1. risma

    Emang udh jd temen perjalanan tuh jas hujan bwt bikers..
    Iya yah, mending berdoa aja pas hujan, hujan kan rahmat..🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s