Belajar Tanpa Guru?

Bagi sebagian orang (mungkin) cenderung lebih nyaman untuk belajar tanpa guru. Kita menyebutnya belajar secara otodidak. Ia lebih nyaman mencari sumber pengetahuan lewat buku-buku. Setelah itu, lalu ia terapkan sendiri secara otodidak. Istilahnya, learning by doing. Belajar sambil melakukan.

Namun, yang menjadi kendala dari belajar otodidak adalah saat menemui hambatan. Setelah berulang kali melakukan percobaan—lebih tepatnya coba-coba, ternyata belum ditemukan juga solusinya. Tentu ini sangat menghambat dalam proses belajar otodidak. Bisa jadi, satu hambatan akan menghambat langkah-langkah selanjutnya dan terjadilah stagnasi.

Hal ini juga pernah terjadi pada saya. Saya pernah belajar secara otodidak untuk menekuni salah satu hobi saya: menulis. Pada awalnya, saya belajar menulis secara otodidak. Intinya, saya terus-menerus belajar menulis sampai benar-benar menemukan “khas”-nya diri saya. Dalam proses keberjalanannya, tentu saja banyak referensi yang saya gunakan.

Namun, pernah juga saya mengalami stagnasi. Belajar terus-menerus, tapi hasil yang didapat sepertinya monoton, begitu-begitu saja. Karena itulah saya benar-benar membutuhkan mentor atau guru sebagai tempat bertanya. Bertanya adalah kunci untuk memasuki gerbang pengetahuan. Itulah spirit yang mengilhami saya.

Memang, gaya belajar setiap orang berbeda-beda. Ada yang lebih nyaman belajar secara otodidak, tapi ada juga yang perlu mentor atau guru. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Namun, menurut saya, sangat penting bagi kita untuk tetap memiliki mentor atau guru. Sebab, dalam proses belajar, kita selalu membutuhkan bimbingan agar dapat bekerja tidak hanya secara keras, tapi juga cerdas.

Dan manfaat lain yang saya rasakan ketika belajar dengan guru adalah adanya akselerasi. Kita akan lebih mudah dan relatif cepat dalam memahami pengetahuan-pengetahuan baru. Tentu saja, harus diawali dengan pemahaman dasar yang kita pelajari secara otodidak. Intinya, menyeimbangkan porsi antara belajar secara otodidak dan dengan guru. Dan juga menempatkan keduanya secara seimbang.

2 thoughts on “Belajar Tanpa Guru?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s