3 Jam 10 Tahun

Konon, Roger Federer berlatih tenis selama 3 jam setiap harinya. Dan itu telah ia lakukan selama kurang lebih 10 tahun. Hal inilah yang menjadikannya petenis berkelas dunia. Terlepas dari profesinya sebagai petenis, tentu ia melakukan ini agar skill tenisnya bukan hanya sekedar baik, tapi bisa menjadi hebat. Disinilah kuncinya 3 jam 10 tahun: persisten.

Untuk mengembangkan keahlian yang kita miliki tentu saja kita juga perlu mengalokasikan waktu khusus, saya istilahkan sebagai 3 jam per hari. Entah itu sekedar melakukan hobi yang kita minati atau keahlian lain yang memang menjadi tuntutan. Memang, pada awalnya, begitu mendengar 3 jam saja perasaan kita sudah terlebih dulu mengatakan “Kelamaan!”.

Ya, saya pun bisa merasakan bagaimana kesabaran menjadi sangat penting disini. Bukan hanya sekedar konsisten atau persisten dalam menjalaninya, tapi juga kesabaran. Ini—kesabaran—yang menurut saya penting untuk melangkah ke tingkat selanjutnya: konsisten dan persisten. Sebelum memulai ke hal-hal yang besar, kita awali dulu dengan yang terkecil.

Suatu hal yang kita lakukan secara konsisten meski terbilang kecil lebih baik ketimbang melakukan hal-hal besar tapi belang-betong. Ya, pada awalnya memang terlihat remeh. Tapi, percayalah lama kelamaan kita akan merasa apa yang telah kita lakukan ternyata adalah sebuah pencapaian yang besar.

Inilah yang saya sebut konsisten. Tentu saja, disini juga kita berlatih sabar. Sabar bukan berarti berpasrah. Tapi juga bersedia untuk bertahan dengan kondisi yang sedang dijalani (saya berat untuk menuliskan ini..). Ada hal positif yang tumbuh dari diri kita jika kita mampu konsisten melakukan hal-hal yang dimulai dari kecil-kecilan: pembiasaan.

Setelah kita merasa biasa, tentu kita akan merasa gatal atau ada yang kurang jika melewatkannya. Baiklah, cukup dengan teorinya. Saya ingin berbagi mengenai hal-hal kecil yang ingin saya jadikan kebiasaan saya. Mudah-mudahan ini tidak termasuk riya, tapi sebagai syiar.

Saya memiliki program-program pribadi yang saya namakan “Program Pengembangan Diri”. Dalam program itu saya membagi menjadi tiga aspek: aspek ruhiyah, aspek intelektualitas, aspek fisik. Jika ketiga aspek itu sudah menjadi kebiasaan saya, maka saya akan tambah aspek lainnya. Tentu saja dengan evaluasi pada ketiga program itu.

Hal ini saya lakukan agar saya dapat membiasakan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Tentu tidak bisa kita lakukan secara instan, tapi perlahan-lahan dilakukan secara sabar, konsisten, hingga mencapai taraf persisten. Meski dalam keberjalannya banyak sekali godaan. Untuk itulah pentingya menuliskan target-target yang ingin kita capai. Mudah-mudahan, tulisan ini menjadi reminder bagi saya sendiri agar mampu konsisten dengan apa yang telah saya targetkan.

3 jam 10 tahun, hmmm… Lama juga ya😀 Sabar, sabar, sabar.. (sambil mengelus dada dan memejamkan mata).

2 thoughts on “3 Jam 10 Tahun

  1. Pingback: Kuantitas Atas Kualitas | Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s