Berorientasi Hasil (dan Proses)

“… Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa.” Q.S Al-Anbiya[21]: 37

Sudah menjadi tabiat manusia memiliki sifat tergesa-gesa. Oleh karena itu, dalam menjalani ikhtiar tertentu, ada juga orang yang menyepelekan proses. Ia lebih mengutamakan hasil ketimbang proses yang sedang diajalani. Padahal, kewajiban manusia terletak pada prosesnya, yaitu bagaimana meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar. Karena memang pada ranah proses juga kita dapat mengoptimalkan amal.

Akibat sifat ketergesa-gesaannya itu, manusia seringkali mengabaikan nilai-nilai kebenaran dalam menjalani prosesnya. Sikap dan nilai “baik dan benar” sudah memudar hanya karena ingin cepat-cepat menuai hasil. Tidak ada hasil yang baik tanpa proses yang optimal. Setidaknya, sunatullah-nya seperti itu.

Memang, saya tidak menafikan bahwa kita semua mendambakan hasil. Apalagi hasil yang sesuai dengan keinginan kita. Maka, menurut saya berorientasi hasil juga menjadi suatu keharusan. Karena, tanpa berorientasi hasil kita tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai tujuan yang ingin kita capai. Namun, cukuplah sekali saja kita mengorientasikan hasil. Tetapkan dan pancangkan hasil yang kita inginkan di awal. Selebihnya, hiasi dengan amal ikhtiar terbaik kita dalam prosesnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s