Mem(p)osisikan Diri

Kita bisa membentuk diri dengan memosisikan diri kita sendiri berdasarkan kesadaran terhadap potensi yang kita miliki. Memang, terasa sulit bagi setiap orang untuk bisa menilai diri sendiri secara objektif karena seringkali perasaan-perasaan subjektif hadir lebih dominan dalam diri kita. Kita sering mengalami “penyakit merasa”; merasa diri sudah baik, merasa diri paling hebat, dsb. Padahal, kenyataannya sering bertolak-belakang.

Semakin dewasa seseorang, (seharusnya) ia sudah dapat mengenali dirinya secara mendalam. Pengertian dewasa disini tidak selalu terkait dengan usia, tapi kematangan sikap dan cara berpikir. Maka, ia dapat membentuk suatu citra diri yang baru, yaitu citra diri yang ia bangun sendiri. Bukan karena pengaruh lingkungannya. Bukan juga karena pengaruh stigma yang dinobatkan oleh lingkungan.

Seiring keberjalanan waktu, seseorang akan semakin mengenal dirinya sendiri. Semakin mengenal diri sendiri, maka akan semakin mudah untuk memosisikan diri. Gunakan kesempatan ini untuk menjelajahi hal-hal baru dan citra diri yang lain. Dalam istilah marketing, kita menyebut ini sebagai positioning dan branding. Memosisikan diri (positioning) sebaik-baiknya untuk menampilkan sebaik-baik branding.

Barangkali, sebuah pertanyaan kecil yang harus ditanyakan kepada diri sendiri: seperti apa posisi dan branding yang ingin kita sampaikan kepada dunia? Dari pertanyaan kecil ini, sebenarnya kita diajak untuk dapat mengenali diri secara lebih mendalam dan menguak segala potensi tersembunyi dari diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s