Pekerjaan yang Menyenangkan

Awalnya, saya berpikir bahwa pekerjaan yang paling menyenangkan adalah pekerjaan yang sesuai dengan hobi kita dan kita dibayar tinggi untuk itu. Pemikiran ini bukan tanpa alasan, melainkan sempat saya simpulkan ketika melihat beberapa tayangan televisi. Saya menganggap bahwa menjadi entertainer adalah suatu hobi dan tentu saja kita tahu seberapa besar bayaran mereka. Melakukan hobi dan dibayar pula! Menyenangkan sekali! Kira-kira, itu anggapan saya waktu itu.

Asumsi saya tentang pekerjaan yang menyenangkan (hobi+bayaran tinggi) semakin kuat ketika melihat lagi tayangan televisi berupa acara jalan-jalan (traveling) atau wara-wiri. Saya memiliki hobi jalan-jalan, meskipun belum pernah keliling Indonesia. Tapi, saya sangat senang jika melakukan perjalanan. Dan tentu saja, saya sangat senang menonton program acara traveling dan selalu merasa iri untuk bisa melakukan perjalanan seperti pembawa acaranya.

Alasannya, karena kombinasi hobi dan bayaran tinggi tadi. Saya pikir, beruntung sekali bisa menjadi presenter acara traveling. Selain bisa melakukan hobi, tentu saja bayarannya pun tinggi. Apalagi jika perjalanan yang dilakukan adalah perjalanan dari negara ke negara, setidaknya untuk satu benua. Seperti tayangan perjalanan saat Ramadan 1432H kemarin: melakukan perjalanan sambil menapaki jejak-jejak hikmah. Itu yang paling membuat saya iri.

Namun, ternyata alasan melakukan hobi dan bayaran tinggi saja tidak cukup. Karena pada dasarnya, manusia adalah makhluk berakal dan berperasaan, ia memiliki kebutuhan untuk bisa mengembangkan diri dan menyamankan diri terhadap lingkungannya. Dalam melakukan pekerjaan, manusia selalu ingin mendapat suatu yang bermanfaat untuk pengembangan dirinya, yaitu untuk mengembangkan potensi dan intelektualitas diri. Terlebih lagi, kemudian potensi itu bisa dijadikan manfaat untuk lingkungannya.

Kadang, jika kita melakukan pekerjaan yang tidak memberikan tantangan perubahan, kita akan merasa jenuh. Karena tidak sesuai dengan fitrah, yaitu ingin selalu mengembangkan diri. Maka, dalam melakukan pekerjaan, tidak cukup hanya dengan menimbang aspek kesesuaian terhadap hobi dan bayaran yang tinggi. Lebih jauh lagi, kita juga harus mempertimbangkan aspek kebermaknaan, yaitu bagaimana menemukan makna pekerjaan yang jauh lebih besar daripada sekedar kegiatan fisik.

Dari pemahaman itu kemudian berkembang kesadaran bahwa hasil pekerjaannya bukanlah sekedar untuk masa sekarang, tapi juga untuk masa mendatang, bahkan sebagai bekal untuk kehidupan setelah kematian. Jika didasarkan pada empat kebutuhan manusia, maka jenis pekerjaan terbagi menjadi empat aspek:

  1. To live, yakni hanya sekedar mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan fisik.
  2. To love, yakni pekerjaan yang bukan semata-mata karena uang, tapi juga ada kebutuhan untuk bergaul dan bersosialisasi.
  3. To learn, yakni pekerjaan yang bukan sekedar memberikan penghasilan dan kesempatan bersosialisasi yang memadai, tapi juga memberikan kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
  4. To leave a legacy, yakni pekerjaan yang didasarkan pada kesadaran hati untuk bisa memberikan manfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia.

Memang, kita tidak dapat menafikan diri bahwa kita pun memerlukan uang. Tapi, jangan langsung memberikan stigma negatif kepada mereka yang bekerja karena sekedar to live. Kita perlu memeriksa niat dibalik niat. Jadi, barangkali tersimpan niat yang mulia dibalik niat mereka mencari uang, barangkali agar bisa sedekah lebih banyak, ingin hidup mandiri, tidak ingin mengandalkan orang lain, dsb.

Apapun pekerjaan kita, asal dilakukan dengan prinsip “Cintai apa yang kau kerjakan dan kerjakan apa yang kau cintai”, insya Allah itu akan menjadi pekerjaan yang menyenangkan, khususnya bagi diri kita sendiri. Karena pada dasarnya, rasa syukur dan tulus itu yang membuat apapun pekerjaan kita menjadi menyenangkan. Wallahu’alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s