Hanum’s Book: Perjalanan Adalah Pembelajaran

Perjalanan adalah pembelajaran. Setidaknya itu makna yang saya tangkap setelah rampung menyelesaikan buku karya Hanum S. Rais: 99 Cahaya di Langit Eropa. Buku ini memang patut diacungi jempol karena banyak sekali mengungkapkan fakta sejarah Islam yang tak pernah mencuat ke publik. Khususnya sejarah peradaban Islam di bawah langit Eropa. Dan menurut saya, penulis sangat mahir menggali data dari setiap objek yang ia kunjungi karena memang memiliki latar belakang seorang jurnalis. Luar biasa!

Terlepas dari statusnya sebagai putri seorang tokoh Indonesia—Amien Rais, saya mafhum mengapa buku ini dapat menjadi buku bestseller dalam hitungan bulan. Penulisnya memang benar-benar mampu menyajikan sesuatu yang berbeda, baik dalam isi ceritanya maupun sudut pandangnya. Ditambah lagi dengan pengalamannya sebagai jurnalis, tulisannya pun memang terasa mengalir dan pilihan katanya menarik.

Barangkali, menurut saya buku ini merupakan sebuah terobosan baru bagi buku tentang perjalanan (traveling). Biasanya, buku-buku traveling lebih sering mengungkapkan keindahan tempat-tempat yang dikunjungi dengan biaya seminimal mungkin. Namun, buku ini benar-benar merupakan hasil tafakur sang penulis ketika mengunjungi objek-objek yang ada kaitannya dengan sejarah peradaban Islam. Saya bisa merasakan bahwa penulis banyak mendapatkan hikmah. Terasa ketika membaca gaya bahasanya dalam bercerita.

Semua objek yang penulis kunjungi memang bukan objek yang terlalu umum. Namun, penulis mampu memberikan suatu pencerahan baru bagi pembacanya. Memang seperti inilah seharusnya perjalanan, harus mampu menafakuri dan mengambil hikmah dari setiap objek yang dikunjungi. Bukan sekedar hura-hura dan berfoto narsis.

Bagian epilog adalah bagian yang paling saya sukai. Disinilah kesimpulan yang penulis dapatkan: bahwa sesungguhnya kemanapun kita pergi, kita akan kembali juga ke titik asal. Maksud titik asal disini adalah titik awal kita berasal: Allah. Dan lagi-lagi, saya merasakan bagian epilog ini adalah bagian yang paling banyak berisi tentang hasil tafakur sang penulis. Subhanallah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s