Fitrah Manusia untuk Memilih yang Terbaik

Secara fitrahnya, manusia selalu menginginkan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Oleh karena itulah, manusia selalu merasa bimbang (galau) ketika menghadapi banyak pilihan dalam hidupnya. Karena pada dasarnya, manusia tidak pernah akan tahu apa yang akan terjadi dengan pilihan-pilihannya, tapi masih bisa memprediksikan berbagai kemungkinan.

Ketika digambarkan hal-hal yang diyakini akan memberi kebaikan baginya, manusia seperti memiliki energi lebih untuk mengejar itu. Seperti orang yang memiliki gambaran betapa nyamannya hidup berkecukupan, dia dengan penuh totalitas akan berusaha mengejar itu. Karena dia tahu, hidup berkecukupan adalah yang terbaik baginya.

 

Mengapa menggalau?

Galau bukan urusan anak baru gede saja, tapi juga urusan semua manusia yang merasa memiliki impian. Menurut saya, galau ini wajar-wajar saja, karena memang fitrahnya manusia selalu ingin mendapat yang terbaik. Sedangkan kita tidak tahu konsekuensi yang akan terjadi di balik pilihan-pilihan kita. Pasti selalu ada kekhawatiran dalam memilih, tsaaah…

Untuk itulah, dalam surat Al-Fatihah yang sering kita baca dalam shalat, setelah lima ayat pertama yang mengandung pujian kepada Allah, barulah ayat keenam mengandung doa meminta petunjuk:

Tunjukilah kami jalan yang lurus …

 Karena memang manusia itu tidak tahu apa-apa, malah lebih banyak yang sok tahu. Saya perhatikan, ketika sedang galau, orang malah mengekspresikannya dalam media sosial. Jelas itu bukan konsumsi publik. Jangan sampai setiap ada kegalauan seperti itu, kita malah curhat di media sosial ketimbang curhat dengan Sang Pemilik Solusi: Allah.

Yang terbaik?

… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Q.S Al-Baqoroh[2]: 216)

Pada ayat ini didahului dengan kalimat:

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci …

Ketika dihadapkan dengan sesuatu yang tidak kita suka, memang sewajarnya kita segera mengelak. Allah ilustrasikan dengan kewajiban berperang. Mana ada perang yang mendatangkan kenikmatan? Yang ada malah pertumpahan darah dan kerusakan. Secara fitrahnya, manusia tidak ingin berada dalam keadaan seperti itu. Kecuali bagi mereka (syuhada) yang menjadikan perang sebagai lahan jihad fisabilillah.

Dan Allah pun Maha Tahu dan memaklumi bahwa berperang adalah sesuatu yang dibenci oleh manusia itu sendiri. Namun, Allah tidak sekonyong-konyong memberikan perintah yang tidak ada maksud dan tujuannya. Lanjutan ayat itu mengandung pelajaran bahwa kita tidak tahu apa-apa terhadap sesuatu yang akan terjadi. Bisa jadi yang tidak disukai tersebut akan mendatangkan kebaikan.

Beda halnya jika kalimat pertama tersebut langsung mengandung perintah yang dirasa akan memberikan kebaikan. Misal saja, “… diperintahkan kepadamu makan dan minum..”. Secara fitrah, manusia pasti akan menganggap itu adalah kebaikan baginya. Padahal, mungkin saja itu justru akan mendatangkan keburukan.

Jadi, adalah kewajiban dan kebutuhan manusia untuk selalu meminta petunjuk kepada Allah, agar setiap langkah yang dijalani mendatangkan kebaikan. Kebaikan memang tidak selalu berwujud nyata. Tapi pasti akan menjadi kebaikan jika kita selalu meminta petunjuk kepada-Nya. Dan percayalah, kebaikan yang banyak itu tidak akan terasa sekejap-dua kejap kemudian, tidak akan termaknai sesaat kemudian, tapi bisa jadi setelah beberapa tahun ke depan.

Ada doa yang sangat indah, yang Allah cantumkan dalam Al-Quran dari kisah para Ashabul Kahfi. Ketika mereka sedang berada di dalam gua dan berada dalam kejaran orang-orang kafir, kemudian mereka meminta petunjuk kepada Allah untuk memilihkan pilihan yang terbaik bagi mereka.

(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (Q.S Al-Kahfi[18]: 10)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s