Buku Berpengaruh di Tahun 2011

Saya yakin bahwa setiap kali kita membaca buku, kita akan mendapat tambahan wawasan dan inspirasi baru. Dan saya mengalami itu sepanjang saya membaca buku di tahun 2011 kemarin. Inspirasi itu hadir begitu kuat dan bahkan sangat berpengaruh bagi saya. Sejujurnya, tidak setiap buku yang saya baca memiliki pengaruh yang kuat, tapi hanya sebagai penambah wawasan saja. Namun, ada beberapa buku yang memang benar-benar berpengaruh bagi saya di tahun 2011. Berikut ulasannya (penomoran tidak merepresentasikan urutan pengaruh).

1.   Ranah 3 Warna

Saya membeli buku ini pada bulan Februari 2011 karena ingin mengetahui lanjutan dari Novel sebelumnya: Negeri 5 Menara. Novel ini saya anggap berpengaruh karena telah sukses menginspirasi saya dan membuat saya berteriak, “Pengeeeen ke luar negeri…”. Pada novel pertama, saya belum begitu ngeh dengan luar negeri yang disimbolkan dengan 5 menara. Namun, bayangan luar negeri menjadi begitu nyata setelah saya membaca novel kedua ini.

Bahkan, saya sampai ikut program yang sama persis diceritakan oleh penulisnya: pertukaran pemuda, yang kemudian saya tahu bahwa program tersebut benar-benar ada dengan nama Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) yang difasilitasi oleh Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI). Saya tahu ada program seperti ini dari milis beasiswa, setelah membaca semua prosedurnya, barulah saya ngeh bahwa program pertukaran ini mirip dengan yang ada di novel.

Akhirnya, saya ikut program ini pada bulan April 2011 dan berhasil lolos sampai tahap kedua. Dan, tahap kedua pun memang tidak jauh dengan cerita novel: ada bagian unjuk kesenian. Karena saya pernah bermain kesenian sebelumnya (di LSS), saya tidak terlalu khawatir. Justru saya fokus saja pada persiapan presentasi dan wawancara. Untuk kesenian, saya hanya berlatih rampak kendang saja. Baru kemudian saya kaget karena panitia meminta setiap peserta menunjukkan kesenian lainnya. Alhasil, saya tampilkan saja pencak silat yang gerakannya masih saya hafal sedari SMP.

Singkat cerita, saya tidak lolos untuk pertukaran pemuda ini. Sempat kecewa karena “pintu masuk” ke luar negeri sudah tertutup. Dan saya masih berharap ada pintu-pintu lainnya melalui jalur akademik, yaitu beasiswa. Dan Alhamdulillah, jalan itu kini terbuka … Keinginan dan “jeritan” hati saya untuk bisa melihat dunia kini menemui titik terangnya, insya Allah …

2.   7 Keajaiban Rezeki dan Percepatan Rezeki

Sebenarnya, saya sudah diperkenalkan dengan buku ini sejak bulan April 2010 oleh teman saya, Yuma. Tapi, saya tidak begitu antusias karena saya pikir buku ini hanya menampilkan sisi-sisi pragmatis dan serba instan saja. Tapi, entah kenapa, saya langsung membeli dua paket buku ini sekaligus pada bulan Mei 2011, karena penasaran buku ini dicap sebagai buku megabestseller.

Awalnya, saya merasa buku ini sebagai pengingat saja. Teorinya pun tidak benar-benar baru. Namun, setelah merasa ada bukti yang konkrit dan saya pun mengamini hal itu, saya merasa bahwa buku ini berpengaruh bagi saya. Memang, tidak ada hal yang benar-benar baru dari kata sedekah, dhuha, dan tahajud; atau keajaiban-keajaiban lainnya. Tapi, penjelasan dari buku ini memberikan pencerahan baru bagi saya dari sudut pandang yang berbeda.

Mulailah saya membuat targetan dhuha, sedekah, tahajud, dll. Dan, Alhamdulillah, targetan itu berjalan hingga kini. Tentu ada saja kefuturan (lemah iman) di tengah-tengah perjalanan, tapi karena manusia memang makhluk pamrih, niat saya bercampur dengan membeli impian—seperti yang dituturkan di buku. Karena ingin membeli impian itulah, tekad saya kuat untuk merutinkan targetan-targetan tadi. Perlahan, pikiran saya terbuka soal meluruskan niat dan menguatkan tekad. Dan saya pikir, buku ini memang harus dibaca berulang-ulang supaya spirit-nya tetap bisa “membakar”.

3.   Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Mau?

Sebenarnya, saya membeli buku ini sudah sejak tahun 2010. Berhubung saya menargetkan lulus pada bulan April 2011, jadi saya sudah mengambil ancang-ancang. Sejujurnya pula, saya tidak tahu harus memulai dari mana untuk merealisasikan inti buku ini: beasiswa ke luar negeri. Sepintas bagi yang sudah meraih beasiswa ke luar negeri, memburu beasiswa adalah hal yang mudah. Tapi, bagi orang awam seperti saya, memulai adalah hal yang paling membingungkan.

Kemudian, saya kesana-kemari mencari “celah” untuk bisa melihat dunia (hingga ikut program pertukaran pemuda tapi tidak lolos). Membuka informasi seluas mungkin tentang beasiswa ini, mengikuti seminar beasiswa, tergiur dengan publikasi “pameran pendidikan” yang kemudian saya tahu itu hanyalah pameran universitas swasta di Indonesia, bertanya pada senior, mengamati papan informasi jurusan dan fakultas, me-mantengi milis, dan, ah, tak tahu harus kemana lagi. Celah itu masih belum terlihat.

Dengan menggunakan ilmu pada buku poin kedua diatas, saya mantapkan tekad dan kencangkan ikhtiar dan ibadah serta berharap pertolongan langit. Dengan spirit ‘going extra miles’ pada buku poin pertama, alhamdulillah, celah itu mulai terlihat. Kini semakin terlihat dan kemudian celah itu akhirnya terbuka. Alhamdulillah, saya mendapat beasiswa.

Pada awal saya membeli buku ini, saya benar-benar tidak tahu harus memulai dari mana. Yang penting niat saya untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri sudah ada. Saya pun tergerak untuk membeli buku ini untuk menunjukkan keseriusan niat saya. Pada dasarnya, niat yang tidak diikuti dengan langkah konkrit hanya akan menjadi wacana saja. Saya akhirnya membeli juga buku ini walaupun tidak tahu akan berguna atau tidak … dan kini, setahun lebih berselang, buku ini ternyata berguna untuk saya. Alhamdulillah.

4.   Notes From Qatar

Bagaimanapun juga, buku ini sempat menemani masa-masa kegalauan saya semenjak lulus kuliah. Masa pasca lulus adalah masa menggalau karena kita akan dihadapkan dengan banyak sekali pilihan. Pilihan-pilihan itu akan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita selanjutnya. Mau kerja atau mau lanjut kuliah. Maunya kerja, tapi cita-cita ingin melanjutkan kuliah. Mau melanjutkan kuliah, ada pertimbangan sana-sini, termasuk iri melihat teman yang sudah bekerja. Benar-benar menggalau, haha ..

Tapi, asalkan niat dan cita-citanya sudah jelas, sebenarnya kita tidak perlu galau, toh pada akhirnya kita sendiri yang akan menjalani pilihan-pilihan tersebut. Buku ini sedikit-banyak telah menginspirasi saya untuk tetap memilih melanjutkan kuliah (dan tentu saja di luar negeri). Menyimak cerita-cerita dalam buku ini, pasti akan banyak sekali inspirasi yang didapat jika kita merantau. Prinsip inilah yang memengaruhi saya untuk bisa menampilkan sisi lain luar negeri, yang Insya Allah akan saya sajikan dalam bentuk Notes From Japan …

 

5.   99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa

Buku ini membuka pikiran saya tentang traveler writer; bagaimana bisa mengungkapkan sisi-sisi yang berbeda dan (tentunya) menyuguhkan wawasan kepada pembacanya. Selain kontennya, buku ini saya anggap berpengaruh karena menjadi referensi bagi saya jika suatu saat saya membuat buku traveling serupa. Saya memang senang jalan-jalan, dan bermimpi suatu saat bisa berkeliling dan melihat dunia (tolong diaminkan ..). Kemudian akan saya buat tulisan yang tidak hanya sekedar I have been there, I have done it. (saya juga me-referensi ke buku ‘Garis Batas’).

***

Ya, sebenarnya masih ada buku-buku lain yang saya baca di tahun 2011, tapi saya kira buku-buku ini yang berpengaruh lebih bagi saya, tentu tidak mengurangi kebermanfaatan dari buku-buku lainnya. Saya menyesuaikan dengan cita-cita dan pencapaian saya di tahun 2011 kemarin. Dan masih ada buku-buku baru yang harus saya baca di tahun 2012 ini. Begitu besar pahala bagi para penulis buku, begitu mulia kedudukan bagi para pencari dan penyebar ilmu. Terimakasih bagi para penulis buku, yang merekomendasikan, yang meminjamkan, dan yang menjual. Semoga setiap kebaikan mendapat pahala dan ganjaran dari Allah dan dihitung sebagai amal jariyah …amin.

Dan kini saya pun terbakar untuk menulis buku … (tolong diaminkan lagi …)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s