S1 Masih Awam Menulis?

Saya teringat ketika masih di tingkat satu kuliah, kami mengambil mata kuliah Konsep Teknologi yang memang harus kami ambil saat itu (mata kuliah wajib TPB). Isinya lebih banyak ke tugas presentasi dan laporan. Sebagai orang yang masih awam dalam menulis (karya ilmiah), kami belum mengenal etika-etika dalam menulis karya ilmiah, seperti etika mengutip, referensi, dan sebagainya. Yang kami tahu hanya menuliskan yang dibutuhkan, menyaringnya dari berbagai referensi, lalu mencomotnya ke dalam laporan.

Hingga sampailah pada tugas besar dengan topik khusus pada bidang teknologi informasi. Coba Anda bayangkan, ada sekitar empat ratus mahasiswa yang akan menuliskan topik yang sama. Lalu, Ya! Hampir bisa dipastikan bahwa referensi yang digunakan pun sebagian besar sama. Format penulisannya pun disamakan. Tujuannya agar mudah melacak plagiarisme.

Dan ternyata benar, banyak yang tersandung masalah plagiarisme ini. Banyak kutipan yang sama, tapi lebih banyak yang masih belum tahu cara menulis referensi. Referensi hanya ditulis seadanya saja, seperti google.com, yahoo.com dan sebagainya. Termasuk juga saya, karena memang masih belum mengenal dunia tulis-menulis.

Dan ternyata nilai akhirnya pun ditentukan dari tugas besar ini. Siapa yang berani mengaku menjiplak, dia akan diberi nilai minimal B. Dan yang tidak mengaku akan mendapat nilai C atau E jika ketahuan menjiplak. Tapi, karena ada rasa khawatir, ada juga yang tidak merasa menjiplak tapi tetap mengaku. Untuk jaga-jaga katanya.

Yang ingin saya soroti dalam tulisan ini adalah kesalahan terjadi bukan karena kita ingin melakukan kesalahan itu, tapi karena kita belum tahu (belum diajari) bagaimana menghindari kesalahan itu. Dalam hal ini kesalahan menulis karya ilmiah atau laporan. Saya sangat menyadari bahwa kemampuan menulis mahasiswa S1 itu perlu dilatih dan dikembangkan. Karena di SMA jarang sekali (atau tidak pernah) mendapatkan ilmu tentang menulis karya ilmiah ini. Alhasil, kegagapan itu terbawa sampai ke bangku kuliah.

Kemampuan menulis itu baru terlatih ketika menulis tugas akhir. Sebelumnya memang tidak banyak tugas tulis-menulis. Sekarang, ada himbauan baru bahwa mahasiswa S1 juga harus publikasi. Pasti perlu proses, karena SDM dan infrastrukturnya pun masih perlu dibangun secara bertahap.  Termasuk kemampuan menulis mahasiswanya itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s