Tujuan dan Fasilitas

Menjadi ahli sedekah, dhuha, dst adalah tujuan. Sedangkan fasilitas dari itu adalah kecukupan, tapi yang cenderung diniatkan lebih kuat adalah fasilitasnya, bukan tujuannya. Jika mengejar fasilitas, tujuannya belum tentu tercapai. Namun, jika yang dikejar adalah tujuan, maka fasilitasnya pun pasti diperoleh. Karena kecenderungan nafsu, kita digiring untuk berpikir pendek dan dangkal. Inginnya memperoleh keinginan dengan segera.

Apapun bentuk ibadahnya, tujuannya adalah untuk mendekat kepada Allah. Sedangkan fasilitas dari ibadah pasti akan diperoleh sebagai konsekuensi tercapainya tujuan, seperti ketenangan, ketentraman batin, dst. Tapi, memang tingkat keikhlasan itu berbeda-beda. Tingkat keikhlasan tertinggi adalah beribadah atas dasar cinta kepada Allah.

Manusia makhluk pamrih

Manusia memang makhluk pamrih. Dia akan melakukan sesuatu jika ada manfaat yang bisa langsung dirasakan olehnya.  Tanpa manfaat, manusia akan berfikir ulang untuk melakukannya. Dan Allah pun Maha Tahu akan rasa pamrih manusia ini. Maka, dalam beberapa ayat, Allah “mengiming-imingi” manusia dengan reward jika melakukan apa yang diperintahkan. Namun, mau atau tidaknya manusia melakukan perintah tersebut, tidak akan mengurangi ke-Maha Suci-an Allah.

Seperti dalam contoh ayat berikut, Q.S Al-Baqoroh[2]:25,

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya …”

Tapi, memang keikhlasan itu juga dibangun secara bertahap. Istilahnya ikhlas by doing. Keikhlasan bisa dilatih dengan riyadhoh, yaitu melakukan amalan-amalan secara kontinyu. Pada awalnya, memang yang kita niatkan adalah fasilitasnya. Seperti dalam bersedekah, kita ingin rezeki kita dilipat-gandakan oleh Allah. Atau Shalat dhuha, supaya rezeki kita pada hari itu lancar. Maka, jika sudah begini, semakin bersemangatlah kita untuk mengejar fasilitas itu.

Secara bertahap, riyadhoh tersebut bisa memperbaiki niat kita, yang awalnya mengejar fasilitas kemudian bertahap menjadi pengejar tujuan.  Ikhlas by doing, keikhlasan yang dibangun bertahap dengan latihan mengamalkan. Janji Allah bagi orang yang bersedekah adalah dicukupkan segala keperluannya. Itu adalah fasilitas bagi orang yang ahli sedekah. Sedangkan tujuannya adalah menjadi ahli sedekah.

Tujuan atau fasilitas?

Mana yang lebih ingin kita kejar? Tujuan atau fasilitas? Karena inti dari segala inti ilmu adalah makrifatullah, ilmu mengenal Allah. Mengenal Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjalankan sunah-sunah Nabi-Nya. Itu tujuan kita, yaitu semakin mendekat ke Allah. Sedangkan fasilitas dari itu semua adalah pasti, karena janji Allah itu pasti. Kita cenderung menghitung-hitung janji Allah daripada mengeksekusi amal. Padahal, janji Allah itu pasti sebagai konsekuensi logis dari amal-amal kita. Tujuan kita adalah beramal, sedangkan fasilitasnya adalah janji Allah yang pasti ditepati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s