Cabut Saja Aturannya, atau …

Saya perhatikan, rambu-rambu lalu-lintas sudah banyak yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Secara fisik masih terlihat tegak berdiri, tapi substansi simbolnya yang tidak dipatuhi orang. Ada rambu larangan parkir, malah ada mobil parkir tepat di bawah rambu tersebut. Ada rambu dilarang berhenti, malah dijadikan tempat ngetem angkot. Ada rambu dilarang memutar, malah justru rame-rame memutar di situ.

Hadoh, saya pikir aturan dan hukum itu sudah hilang kewibawaannya. Karena setiap kali ada peraturan, aturan itu jarang sekali di-follow up secara serius. Kemudian, muncul lagi aturan baru, sedangkan aturan lama belum kuat sistemnya. Maka, yang terjadi adalah semakin banyak aturan yang muncul dan semakin banyak juga pelanggaran (dari aturan yang lama). Jangan salahkan jika sampai muncul anekdot ‘aturan diciptakan untuk dilanggar’.

Jika memang ingin membuat hukum dan aturan itu tetap tegak wibawanya, ya cabut saja aturan yang memang tidak di-follow up secara serius. Atau pertegas sistem aturan dan penindakannya. Jangan sampai aturan yang ada dilanggar seenaknya karena ketidakberjalanan sistem. Ini hanya akan mengurangi wibawa hukum itu sendiri.

Kembali ke rambu-rambu lalu-lintas, saya agak miris jika melihat pelanggaran yang terjadi tepat di bawah rambu aturan tersebut. Saya pikir jika tidak ditindak, lebih baik rambu tersebut dicabut saja karena lama-kelamaan orang akan menganggap remeh hukum dan aturan. Cabut saja aturannya, atau pertegas hukumnya. Dua pilihan ini yang saya pikir bisa menjaga kewibawaan hukum itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s