Tua di Jalan Raya

Hari tadi, saya ke Jakarta untuk suatu keperluan. Karena jam keberangkatan kami bisa dibilang nanggung—sekitar jam 6 pagi, alhasil kami terjebak macet panjang begitu masuk ke ruas jalan utama Jakarta. Di jalur tol saja bisa macet, apalagi di jalan biasa. Dan kemacetan tersebut memakan waktu hingga satu jam. Itupun belum ditambah dengan padatnya kendaraan, sehingga kecepatan pun tidak optimal.

Saya perhatikan kondisi di Bandung juga begitu, kalau saya berangkat pagi pasti selalu ada simpul-simpul kemacetan yang membuat perjalanan menjadi tidak efektif. Banyak waktu-waktu yang terbuang. Saya pikir, lebih baik berangkat siang sekalian. Atau kalau perlu, pagi-pagi (subuh) sekalian. Bahkan, jika dirata-ratakan, estimasi kecepatan kendaraan tidak pernah bisa lebih dari 40 km/jam (sepeda motor). Bahkan kalau mobil, jarang berpindah ke gigi 4 yang artinya laju kendaraan tidak sampai 40 km/jam.

Sebenarnya, banyak waktu dari hidup kita itu terbuang di jalan raya. Apalagi di kota-kota besar, kemacetan menjadi sarapan setiap hari. Istilahnya, kita bisa tua di jalan raya. Dan dampak dari kemacetan itu berpengaruh pada kondisi psikis (stress, dsb) dan fisik. Yang kemudian berdampak juga pada setiap aktivitas kita. Kita menjadi mudah emosi, stres, lelah, dsb. Bagaimana menurut Anda supaya lalu lintas kita menjadi efektif? Supaya kita tidak tua di jalan raya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s