Waktu Luang

Guru saya pernah bilang, kesibukan dan rutinitas yang kaku itu membuat kita sulit untuk bertafakur (berpikir mendalam). Karena hampir tidak ada waktu bagi kita untuk merelaksasi pikiran dan merefleksikan keadaan. Yang kita pikirkan hanyalah pekerjaan yang sama di hari yang berbeda. Terus saja berkutat pada satu hal, tanpa sempat kita membuka pikiran di lain hal. Maka, benarlah adanya syukuri waktu luang sebelum datang waktu sempit.

Tapi sebenarnya waktu luang juga bisa menjadi bumerang. Kebanyakan waktu luang juga justru bisa membuat orang stres. Karena manusia itu punya naluri untuk berkontribusi dan akan stress jika tidak melakukan apa-apa. Orang membutuhkan saluran agar dirinya bisa berkontribusi dan akan berusaha untuk membuat waktu luangnya bermanfaat. Tapi, begitu waktu luangnya tersita oleh kesibukan, ia akan kembali stres karena sulit untuk bertafakur dan berelaksasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s