Simbolisasi

Saya perhatikan sekarang ini banyak sekali aksi yang ternyata hanya sebatas simbolisasi saja. Aksi yang tersebut hanya sebatas ungkapan, ekspresi, pernyataan politik, dsb yang masih berada dalam ranah wacana. Namun, tindak lanjut dari itu semua masih terbilang omong kosong, belum terlihat secara konkrit. Atau saya sebut sebagai simbolisasi saja.

Orang-orang menyerukan go green, tapi konkretnya tidak di-follow up. Jadinya, ajakan go green tersebut dirasakan hanya sebatas wacana saja. Ajakan tersebut tidak diikuti dengan pengarahan yang jelas; harus melakukan apa, caranya bagaimana, dst. Orang yang menerima instruksi juga jadi kebingungan.

Kini sedang marak juga aksi-aksi menolak kenaikan BBM, yang menurut saya hanya sebatas simbolisasi saja. Orang-orang  melakukan aksi yang tidak relevan dengan apa yang menjadi tuntutannya, seperti melakukan aksi bakar diri. Menurut saya jelas ini hanya simbolisasi saja, karena mereka-mereka itu tidak melakukan aksi yang konkret dalam menghadapi dilema ini.

Atau mungkin (mayoritas?) masyarakat Indonesia sudah  terpengaruh paham pragmatis? Jadi inginnya serba praktis saja. Sekali lontar wacana, harapannya keinginannya bisa tercapai. Padahal, semua memerlukan proses, sekalipun tidak kita sukai.

One thought on “Simbolisasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s