Introspeksi Lewat Tulisan

Sepanjang perjalanan saya dalam menulis dan mengisi kekosongan blog ini, kadang saya suka dihinggapi perasaan khawatir kalau-kalau tulisan saya ini tidak sesuai dengan kelakuan saya sehari-hari. Saya khawatir, ternyata apa yang saya tuliskan kemudian tidak cocok dengan perkataan dan perbuatan saya. Saya menuliskan ini itu, tak tahunya saya sendiri lupa untuk berbuat.

Saya merasa banyak sekali niat yang tercampur aduk ketika akan menulis. Misal saja; seperti poin di atas, mengharap apresiasi dan khawatir kemudian akan menjadi ujub jika disanjung, merasa kecewa jika tidak ada yang mengapresiasi, dsb…  Apakah ini normal seperti kebanyakan penulis? Saya tidak tahu.

Tapi, jika saya menjadi berhenti menulis karena alasan-alasan tersebut, itu artinya saya telah terperangkap oleh penilaian orang lain. Saya tidak ingin setiap tindak-tanduk saya dipengaruhi oleh opini dan penilaian orang lain. Maka, kegiatan menulis ini tetap saya jalani meskipun niat baik itu suka tercampur aduk. Memperbanyak kuantitasnya dulu, baru kemudian bicara kualitas.

Karena saya bertekad, apapun profesi saya nanti, saya ingin tetap menulis. Saya ingin setiap tindak-tanduk, pemikiran, dan perjalanan hidup saya terdokumentasikan. Hingga pada suatu saat nanti, saya bisa membuka kembali dokumentasi saya itu dan belajar dari setiap proses yang telah terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s