Osaka Experience

Akhirnya, baru sempat saya tuliskan sekarang pengalaman jalan-jalan ke Osaka minggu lalu. Karena begitu pulang dari Osaka, saya harus kembali dengan tugas-tugas dan rutinitasnya. Mudah-mudahan tidak terlalu basi dan semoga cerita pengalaman ini sedikit membantu bagi siapapun yang berencana jalan-jalan ke Osaka.

Saya dan beberapa teman lain sebenarnya sudah merencanakan ini sejak lama. Berhubung sudah akan mendekati Ramadan, maka kami memutuskan untuk segera berangkat sebelum masuk bulan Ramadan. Dan tidak ada yang kebetulan, ada teman kami satu kampus yang berencana ingin jalan-jalan ke Osaka juga. Jadi, klop! Waktu dan rencana sudah disusun, tinggal kami eksekusi.

Awalnya kami berencana untuk naik bis JR saja untuk pulang perginya. Tiket perjalanan—bis ataupun kereta—bisa dipesan di Co-op kampus, dan lagi-lagi status sebagai student memberikan keistimewaan lebih. Tapi, ternyata tiket bis JR untuk ke Osaka sudah terisi penuh (ippai). Maklum, itu tiket yang paling murah. Maka, kami memutuskan untuk naik kereta Thunderbird saja dari Kanazawa ke Osaka. Baru kemudian naik bis JR saat pulang dari Osaka.

Kenapa Osaka?

Alasan kami ingin ke Osaka karena Osaka adalah kota besar kedua setelah Tokyo yang dekat dengan Kanazawa. Jadi, kami ingin “sedikit melihat keramaian” ala Jepang. Dan di Osaka juga ada beberapa objek yang menjadi ikon Jepang. Istilahnya, belum pernah ke Jepang kalau belum ke tempat-tempat yang ada di Osaka, yaitu seperti Universal Studios Japan, Osaka Castle, dan Umeda Sky Building. Coba ketikkan kata Osaka di google, maka hampir pasti yang muncul adalah ketiga tempat di atas.

Konon kata sensei kelas nihonggo saya, Osaka adalah kota terpadat kedua setelah Tokyo pada siang hari. Dan pada malam hari, Osaka adalah kota terpadat ketiga setelah Tokyo dan Yokohama. Alasannya? Karena pada siang hari, orang berduyun-duyun datang ke Osaka untuk bekerja (hatarakimasu). Dan pada malam hari mereka berduyun-duyun pulang ke rumah mereka yang berada di wilayah Tokyo dan sekitarnya. Terbayang kan mobilitas penduduknya?

Osaka juga menjadi kota perkonomian yang sibuk (nigiyaka-na machi), karena di Jepang ada dua bandara Internasional yang sangat sibuk, yaitu Haneda dan Kansai International Airport, yang menjadi gerbang masuk ke Jepang. Haneda adalah bandara tersibuk nomor dua di Asia (CMIIW). Maka, bisa dipastikan bahwa penduduknya juga padat dan sangat sibuk. Kami ingin keluar kotak sejenak untuk melihat Jepang yang “sesungguhnya” di Osaka ini.

Jalan-jalan: menjelajahi hal-hal baru

Jalan-jalan boleh dibilang jadi agenda “wajib” saya selama di Jepang ini. Mumpung lagi ada kesempatan di negeri orang, maka jangan terlalu perhitungan dengan uang sehingga melewatkan kesempatan jalan-jalan ini. Secara guyon, boleh dibilang juga bahwa kalau untuk urusan sewa apato, bayar listrik dan gas itu tidak perlu mahal-mahal, yang “boleh mahal” adalah urusan jalan-jalan, hehe.. Sesekali makan juga “boleh mahal”, asal jangan keseringan. Selama itu akan mendatangkan pengalaman baru bagi kita, maka jangan segan-segan untuk mengalokasikan dana khusus untuk itu.

Jalan-jalan juga akan melatih kita untuk mempraktikkan pelajaran nihonggo di kelas. Jangan sampai kita terlalu asik belajar di kelas, tapi tidak pernah turun ke lapangan. Dan terbukti, begitu saya turun ke lapangan, ada banyak “aha moment/wakatta moment” yang saya dapat. Saya jadi banyak mendapat pemahaman baru yang tidak saya dapatkan di kelas. Jalan-jalan juga bisa sekaligus latihan membaca huruf-huruf kanji, hiragana, dan katakana yang biasanya terpampang di billboard atau nama-nama toko dan perusahaan.

Saya semakin “ngefans” dengan nasihat Imam Syafii tentang merantau. Secara khusus, nasihat itu mengisyaratkan kita untuk keluar dari zona nyaman dan mencari hal-hal baru di luar sana.

Universal Studios Japan (USJ)

Untuk lebih mudah membayangkan, kita anggap saja ini sebagai Dunia Fantasi (Dufan)-nya Jepang. Ya, karena banyak wahana disini, tapi USJ ini konsepnya lebih banyak ke indoor dan studio. Wahananya lebih banyak ke konsep 4-D interaktif dan atraksi. Berhubung namanya Universal Studios yang diadopsi dari Amerika sana, maka setting-an tempatnya pun bergaya Amerika. Bahkan negara secanggih Jepang pun mengekor kepada Amerika, hehe …

Secara umum, wahananya kurang membangkitkan adrenalin. Tapi, bisa membuat kita takjub dengan kecanggihan perangkatnya. Sound effect, visual effect, dan setting-annya benar-benar menyerupai aslinya. Itulah konsep 4-D yang melibatkan dimensi panjang, lebar, tinggi, dan indera. Jadi, selain bisa kita lihat wujudnya, indera kita pun ikut berinteraksi.

Alhamdulillah kami kesampaian juga menikmati semua wahana disana, termasuk yang agak “seram” untuk saya, yaitu Roller Coaster. Maklum, saya ini takut ketinggian, apa-apa yang membuat saya berada di ketinggian akan membuat saya takut. Dan ini pertama kalinya saya naik Roller Coaster, sebelumnya di Dufan saya belum pernah naik Roller Coaster ini, hehe …

Ada pelajaran yang saya dapat dari Roller Coaster ini, yaitu bagaimana kita memasrahkan apa yang kita takutkan. Sekaligus ini menjadi pelajaran tawakal bagi saya. Dan benar, ternyata kebanyakan dari apa yang kita takutkan itu tidak terjadi. Saya malah ketagihan ingin mencoba Roller Coaster lagi😀. Kuncinya supaya tidak takut, keluarkan ketakutan itu (dengan berteriak) dan pasrahkan saja—biarkan Roller Coaster membawamu, hehe …

Seharian penuh kami habiskan di USJ ini. Dan biasanya di akhir penutupan akan selalu ada parade bonek-boneka besar. Jangan lewatkan kesempatan juga untuk membeli oleh-oleh bertuliskan Universal Studios Japan. Mumpung lagi di USJ.

Umeda Sky Building dan Osaka Castle

Hari berikutnya, dari Hotel Oaks menuju stasiun Minamikata untuk ke Osaka Station City. Kami janjian bertemu dengan teman yang tinggal di Osaka—yang juga alumni Matematika ITB—untuk menjadi guide kami hari itu. Tujuan hari ini ada tiga, yaitu Umeda Sky Building, Osaka Castle, dan Namba. Umeda Sky Building sebenarnya tidak terlalu jauh dari Osaka Station City, tinggal jalan saja menyusuri sibuknya kota Osaka. Dan sampailah pada gedung berbentuk seperti magnet tapal kuda menancap terbalik. Gedung ini juga menjadi salahsatu ikon-nya Osaka.

Saya juga tidak begitu paham ini gedung untuk urusan apa. Yang pasti, gedung ini memang dijadikan objek wisata, terutama di lantai paling atasnya yang mencapai 173 meter. Masuk ke gedung ini cuma bayar 700 Yen, dan menurut saya ini terbayar oleh keindahan pemandangan dari atasnya. Kota Osaka yang padat bisa dilihat secara jelas.

Setelah istirahat makan siang, kami lanjut jalan ke Osaka Castle. Kami kembali lagi ke Osaka Station City dan menuju Osakajoukouen (Osaka castle park). Cuacanya memang lagi panas-panasnya. Bulan ini memang sudah masuk musim panas (natsu). Saya jadi teringat sewaktu ke Candi Borobudur dulu, panasnya kira-kira hampir sama. Objek yang dituju juga mirip, yaitu bangunan tinggi megah dan bergaya klasik. Ini dia fotonya.

Di komplek Osaka Castle kami kemudian mendirikan sholat, sambil beristirahat. Kemudian kami lanjutkan ke Namba District untuk membeli oleh-oleh. Saya tidak begitu tahu tentang Namba District ini, tapi menurut cerita teman sih katanya Namba tempat yang bagus untuk membeli oleh-oleh. Tapi, ternyata menurut saya biasa-biasa saja. Saya mampir di tempat oleh-oleh (omiyage), tadinya mau membeli makanan. Tapi, ternyata setelah saya lihat komposisinya malah banyak yang mengandung emulsifier (nyuukazai), shortening, dan semacamnya.

Awalnya saya ingin membeli oleh-oleh ini untuk sesama teman Indonesia muslim, tapi kemudian saya berikan ke teman Japanese saya saja. Susah mencari makanan halal disini, bahkan untuk oleh-oleh sekalipun.

Sekian cerita Osaka dari saya, semoga ke depannya akan ada cerita lagi dengan tempat dan setting yang berbeda. Salam dari Jepang.

4 thoughts on “Osaka Experience

  1. Pingback: Menikmati Berbagai Event dan Jalan-jalan di Jepang | .rizaldwiprayogo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s