Si Pencuri Waktu!

Selalu ada saja si pengalih perhatian. Begitu akan memulai kerjaan, pasti ada saja yang mengganggu fokus. Alasan ini itu yang entah kenapa serasa menyihir kita untuk berkutat pada hal-hal yang tidak seharusnya dikerjakan. Fokus dan perhatian langsung tertumbuk pada hal-hal yang bersifat tidak penting tapi mendesak: Baca email; kemudian mencari referensi tambahan tentang hal yang sedang hangat didiskusikan.

Membuka Facebook dan Twitter—semua akun yang menjadi pintu informasi bagi kita, malah ujung-ujungnya banyak waktu yang terlewatkan. Begitu berhadapan dengan kerjaan yang seharusnya, malah tubuh dan pikiran sudah tidak fokus lagi. Baru baca-baca sebentar sudah mengantuk; baru menulis sebentar sudah suntuk; inginnya makan dan refreshing. Padahal, kewajiban kita yang seharusnya belum terlaksana.

Maksud hati ingin mendapatkan semuanya; baca buku ini itu; mencoba ini itu; ingin ke sana kemari, tapi itu semua harus dibenturkan lagi dengan prioritas di depan mata. Mana yang penting dan tidak; mana yang mendesak dan mana yang bisa ditunda. Si pencuri waktu, begitu mudahnya diri ini lalai. Merasa diri sibuk, tapi sibuk pada hal yang tidak seharusnya dikerjakan. Tanggung jawab yang seharusnya sudah banyak mengantri di depan mata.

Si pencuri waktu! Ah, bahkan saat ini pun waktu saya tengah dicuri. Padahal, masih banyak paper yang harus dipahami dan program yang harus dianalisis, doh! Mungkin baiknya kita singkirkan dulu fasilitas yang tidak berhubungan dengan kerjaan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s