Rehat dari Kesuntukan

Kalau saya sedang suntuk dan kurang semangat untuk menjalani aktivitas, saya biasanya mengambil waktu untuk jalan-jalan. Kalau kadar suntuknya masih normal, cukup jalan-jalan sore pakai sepeda itu juga sudah terbayar. Biasanya, angin sore selalu membawa inspirasi baru dan pikiran kita akan jadi lebih segar. Tapi, sekiranya benar-benar suntuk dengan rutinitas, saya akan mengambil banyak waktu untuk jalan-jalan jauh. Sekedar mendaki bukit—dan melihat pemandangan dari atas, melihat pantai, atau wisata alam.

Kenapa orang senang dan pikirannya terasa fresh kembali saat melihat laut; pemandangan dari atas gunung; dan semisal pemandangan alam yang luas? Karena pada saat itu, jangkauan pikiran mereka seluas pandangan mereka yang tak berbatas. Karena pikiran yang suntuk hadir dari cara pandang yang juga sempit. Rutinitas biasanya membuat cara pandang kita terbatas; dan imbasnya pikiran kita juga mentok, lalu suntuk. Maka, sesekali keluarlah melihat pemandangan alam yang tak berbatas itu …

Pemandangan dari atas Shin-Kobe Ropeway (Kobe) – limitless view

 

 

 

2 thoughts on “Rehat dari Kesuntukan

  1. Pingback: TAWAKAL: Kumpulan Cerita Hikmah | bijak.net | bijak.net | inspirasi … | bijak.net

  2. Pingback: TAWAKAL: Kumpulan Cerita Hikmah | inspirasi.me | inspirasi.me … | inspirasi.me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s