Sadar Politik

Bisa jadi kita sudah kadung beranggapan buruk tentang definisi politik. Ini disebabkan oleh para pelaku politik (politikus) yang tidak professional dalam berpolitik; sehingga ketika disebutkan kata ‘politik’, maka yang kemudian muncul adalah kesan-kesan negatif: korupsi, birokrasi kompleks, money politics, dan sederet kesan negatif. Imbasnya, ini membuat orang menjadi sedemikian antipatinya terhadap politik dan kehilangan minat.

Padahal, politik adalah alat yang digunakan untuk mengurus umat. Ya, secara umum politik adalah pengaturan urusan umat, baik yang ada di dalam negeri maupun di dalam negeri. Jika orang sudah kehilangan minat dengan politik, itu artinya ia bersikap skeptis terhadap urusan sesamanya. Dan ini tidak boleh terjadi, karena manusia diciptakan dengan predikat makhluk sosial.

Politik dalam Islam

Secara umum, Islam sangat mengatur rapi urusan umat. Dalam kitab Mafahim Siyasiyah dijelaskan bahwa politik adalah pengaturan urusan umat di dalam negeri dan luar negeri, dengan hukum tertentu. Adapun pengaturan urusan umat tidak melulu urusan pemerintahan seperti sangkaan banyak orang selama ini, melainkan termasuk di dalamnya aspek ekonomi (iqtishadi), pidana (uqubat), sosial (ijtima’i), pendidikan (tarbiyah) dan lain-lain.

Dalam Islam juga dijelaskan bahwa Ibadah terbagi menjadi dua: ibadah mahdah dan ghairu mahdah. Pertama, ibadah mahdah adalah ibadah yang sudah diatur tata caranya dan tidak bisa kita ubah. Pada ibadah mahdah, bukanlah parameter ‘baik atau tidak’ yang menjadi penilaian; tapi ‘benar atau salah’. Secara logika, sholat 4 rakaat lebih baik dari 2 rakaat; tapi apakah dibenarkan jika sholat subuh 4 rakaat? Sholat maghrib 4 rakaat? Tentu yang menjadi batasan adalah ‘benar atau salah’.

Ramadan 1433 H kemarin di Jepang bertepatan dengan musim panas, ditambah dengan waktunya yang panjang. Apa kemudian dibenarkan jika kita berinisiatif sendiri untuk berpuasa Ramadan di musim dingin saja? Yang mana waktunya lebih pendek dan tidak kehausan karena panas. Tentu tidak bisa, karena sudah ada tata cara dan waktunya. Ini sekedar ilustrasi tentang ibadah mahdah.

Kedua, ibadah ghairu mahdah adalah ibadah yang tidak diatur tata caranya. Ini termasuk dalam urusan munakahat (keluarga), muamalah (komunitas), dan jinayah (hukum). Ketiga urusan ini termasuk dalam politik, karena beririsan dengan pengaturan urusan umat. Lalu, dari sudut pandang yang mana Islam tidak mengenal politik? Konsekuensi logisnya, kita harus sadar politik.

Politik, kekuasaan, dan kepemimpinan

Ketika kita berbicara politik, maka disitu pula kita sedang berbicara tentang kekuasaan dan kepemimpinan. Ini lumrah kita lihat, dengar, dan rasakan sendiri dari dunia perpolitikan di Indonesia. Karena dengan kekuasaan, mengurus umat akan jauh lebih mudah dan impact-nya bisa jauh lebih besar. Lingkar pengaruhnya juga besar sehingga bisa memobilisasi umat sesuai dengan apa yang diinginkan.

Ada kekuasaan tentu ada pemimpin (leader) dan kepemimpinan. Konsekuensi logisnya, tentu ada pengikut (follower). Dimulai dari memimpin diri sendiri. Dalam Islam, kita mengenal istilah imam dan makmum; ada leader dan ada follower. Pertama, sebelum memulai sholat tentu imam harus merapikan saf. Leader bertugas untuk mengondisikan follower. Baru kemudian sholat bisa dimulai.

Sebelum menjadi leader, tentu ada fase-fase tertentu dimana kita menjadi follower. Ya, pertama kita harus menjadi follower yang baik dulu sampai orang-orang melihat komitmen kita, baru kemudian kita dinilai layak dan pantas untuk menjadi leader.

Sadar politik

Dalam UU negara pun, setiap warga negara berhak memilih dan dipilih. Ini juga menunjukkan bahwa selalu ada leader dan follower. Setiap orang adalah leader; pada saat yang sama juga setiap orang adalah follower untuk sebagian yang lain. Maka, pastikan kita selalu memilih leader yang memang pantas dan layak untuk membawa perubahan.

Ada orang-orang yang punya bakat untuk menjadi leader, tetapi ia tidak masuk sorotan. Mungkin karena pencitraannya kurang atau boleh jadi orang tersebut berada di tempat yang salah atau melakukan pekerjaan yang kurang tepat. Maka, buatlah orang-orang ini menjadi sorotan dan tarik ke lingkaran kekuasaan. Tapi, jangan menjadi kutu loncat yang gemar memanfaatkan lingkaran kekuasaan.

Sesekali, tengoklah proses berdemokrasi yang ada di negeri kita. Tontonlah tayangan politik para pemimpin kita. Jangan selalu kita memicingkan mata terhadap mereka. Tontonlah acara debat politik atau debat kandidat calon pemimpin supaya kita tahu tipe-tipe karakter pemimpin dari isi pembicaraannya. Jangan menutup mata sama sekali terhadap politik, karena suatu saat boleh jadi posisi kita ada di posisi mereka.

Saya sendiri suka mengamati dunia perpolitikan; saya kadang mempelajari tokoh tertentu dari bawah hingga kemudian ia bisa menduduki posisi strategis. Banyak hal menarik yang bisa dicermati; ternyata seseorang yang berhasil dengan kepemimpinannya, ia akan dipercaya untuk memikul tanggung jawab yang lebih tinggi. Tanggung jawab yang besar mendatangkan kekuasaan yang besar. Dan disitu kita berpolitik untuk mensejahterakan banyak orang.

Saya juga suka mempelajari para pemimpin dari kehidupan keluarganya. Soalnya keluarga adalah cerminan! Ketika Anda gagal terhadap keluarga Anda; Anda juga akan gagal dengan urusan orang banyak. Dan dari situ kita bisa banyak belajar.

Pada intinya, politik adalah alat untuk mencapai kesejahteraan masyarakat secara luas. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw, ‘sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang banyak’. Dan untuk mendapat impact dan manfaat yang besar, otomatis membutuhkan kekuasaan (power). Barangkali ada anggapan miring bahwa ‘power tends to corrupt’ , ya benar, itu jika kita salah memilih pemimpin.

Ketidaktahuan kita dalam memilih pemimpin muncul dari sikap antipati kita terhadap politik. Politik hanya sekedar alat, tapi yang membuatnya menjadi kotor adalah para pelaku di dalamnya. Kalau kita terus bersikap antipati, kapan kita tergerak untuk mengubah keadaan?

 

 

 

One thought on “Sadar Politik

  1. Pingback: S'lalu Ada Cerita Hikmah Di Setiap Langkahku.. – bijak.net … | bijak.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s