Kehati-hatian Memilih Makanan Halal

Salah satu kendala menetap di negeri orang yang minoritas muslim adalah tentang memilih makanan halal. Terlebih lagi di negeri yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Ibunya. Sebagai pendatang, tentu kita juga harus mempelajari bahasa lokal setempat; selain akan mempermudah komunikasi dengan orang lokal, juga akan memudahkan kita dalam memilih makanan halal—dengan membaca komposisinya.

Ada sebuah peribahasa Jepang, “Gou ni itte wa, gou ni shitagae”. When you are in Rome, do as the Romans do. When you are in Japan, do as Japanese do. Jepang tidak seperti di Indonesia yang sangat mudah mencari makanan halal, karena sebagian besar makanan yang dijual terlabeli “Halal” oleh MUI. Memilih makanan di Jepang harus disertai kehati-hatian dengan membaca komposisinya terlebih dahulu dan mencari informasi cara pengolahannya.

Kalau untuk belanja di supermarket, pastikan untuk memeriksa komposisinya dulu. Konsekuensinya, kita harus belajar huruf kanji. Tapi, tidak usah khawatir, cukup hapalkan saja komposisi yang tidak boleh dimakan. Saya baru merasakan betapa pentingnya penulisan komposisi makanan setelah menetap di Jepang. Sewaktu di Indonesia, saya tidak begitu perhatian dengan komposisi makanan. Mau makan ya makan saja. Referensi terkait komposisi makanan yang harus diperhatikan bisa dilihat di web ini atau ini.

Selalu cek & ricek komposisi makanan sebelum membeli, pastikan komposisinya aman

Dalam bayangan kita, makanan haram diidentikkan dengan babi (豚肉 – buta niku). Tapi, menurut Q.S Al Maidah [5]: 3-5; bahwa makanan yang disembelih atas nama selain Allah juga diharamkan. Di lanjutan ayat kelima, bahwa makanan yang disembelih oleh orang yang diberi Al-Kitab itu halal. Tapi, orang Jepang bukanlah Ahli Kitab, jadi makanan jenis daging-dagingan juga masuk dalam kategori syubhat (meragukan). Termasuk daging ayam (鳥肉 – tori niku) dan daging sapi (牛肉 – gyuu niku) yang dijual di supermarket (スーパー) atau restoran.

Kehati-hatian memilih makanan juga perlu kita perhatikan sampai pada proses pembuatannya. Termasuk proses penggorengan dan alat yang digunakan. Apakah ada yang mengandung minyak babi atau tidak. Soalnya, pada suatu acara makan siang, saya pernah tanyakan ke koki ternyata ada beberapa makanan yang digoreng dengan minyak yang mengandung babi.

Ada juga yang menganggap bahwa selama tidak mengandung babi, berarti boleh dimakan. Ya, jangan heran kalau ada yang cuek seperti itu. Tapi, daging babi biasanya diolah menjadi bentuk yang tersamarkan, seperti shortening (ショートニング), emulsifier (乳化剤), gelatin (ゼラチン), margarin (マーガリン), butter (バター), leshitin (レシチン). Ini termasuk kategori syubhat (meragukan), jadi perlu dicek lebih lanjut apakah bersumber pada hewani atau tumbuhan. Silakan cek ricek lagi di web. Jika meragukan, tinggalkanlah.

Bertemu dengan penjual es krim dari Turki, Ahmet Ortac. Insya Allah es krim-nya bisa dikonsumsi – at Namba, Osaka

Termasuk juga bentuk olahan alkohol (アルコール), seperti sake (酒), wine (ワイン), mirin/sake merah (みりん). Silakan dicek ricek lagi di web. Bentuk olahan daging babi dan alkohol tersebut biasanya banyak terkandung pada cemilan dan jajanan (snack). Jadi, ketika akan membeli, pastikan kita sudah memeriksa komposisinya. Jika tidak ada huruf kanji yang dicurigai, insya Allah bisa dikonsumsi.

Yang pernah menjadi kesulitan saya adalah ketika mencari omiyage (oleh-oleh) berupa makanan. Susaaaahnya mencari makanan yang komposisinya bebas dari bahan yang meragukan, soalnya rata-rata omiyage-nya berbentuk seperti snacks yang hampir selalu mengandung bahan-bahan syubhat di atas. Jadi, saya sarankan, kalau tidak mendapatkan snacks yang aman sebaiknya membeli barang saja. Kecuali omiyage snacks itu untuk teman Japanese kita, ya itu sih bebas-bebas saja.

Susahnya mencari omiyage makanan yang berbahan aman – at Sensoji temple area, Asakusa, Tokyo

Terus apa yang bisa dimakan dong? Tenaaang, solusinya adalah kamu bisa masak sendiri. Dan biasanya di masjid/mushola setempat dijual makanan-makanan halal. Atau bisa juga kita pesan via internet (baticrom.com). Dengan semakin banyaknya umat muslim yang datang ke Jepang, mencari makanan halal tidak terlalu sulit. Bahkan di kantin kampus saya, ada menu makanan halal bersertifikasi. Jadi, jangan pesimis. Kita masih bisa makan enak dan halal.

Kalau sedang dalam perjalanan dan kesulitan mencari makanan halal, alternatifnya kita bisa membeli seafood, sushi, atau sayur-sayuran. Tapi perhatikan juga bumbu-bumbu yang digunakan. Lebih aman kalau membawa bento (bekal) sendiri jika bepergian tidak terlalu lama. Atau jika ada restoran halal di tempat yang dituju, maka kita bisa singgah disitu. Mahal sedikit tidak apa-apa, yang penting kita turut berbagi rezeki agar restoran-restoran halal bisa berkembang.

Toko makanan halal dari beberapa negara, termasuk Indonesia – at Kobe

Mencari makanan halal di Jepang bukanlah perkara mustahil—tidak dalam keadaan terpaksa (lihat Q.S Al-Anam [6]: 145). Memakan makanan yang tidak halal karena ketidaktahuan bisa diampuni karena Allah tidak menghukum orang yang melakukan dosa atas dasar ketidaktahuan, tapi Allah menghukum bagi siapa yang tidak mau tahu. Jadi bukanlah alasan untuk tidak mencari tahu tentang kehalalan makanan.

***

Link terkait mencari makanan halal di Jepang:

Follow Twitter saya di @rizaldwiprayogo

17 thoughts on “Kehati-hatian Memilih Makanan Halal

  1. riana

    terima kasih ya atas informasinya..
    saya mau k jepang tgl 13-24 april, seperti org2 indonesia kebanyakan, kalo habis jalan2 pasti d tagih oleh2. tolong rekomen utk oleh2 yg halal dan enak apa y? kalo seperti kitkat dan pocky berbagai macam rasa, halal ato tidak? trus kalo banana cake halal ga y? tolong jg rekomen tmpt makan sushi ato resto2 yg halal di sekitaran tokyo-kyoto-osaka.
    terima kasih..😀

    Reply
    1. Rizal Dwi Prayogo Post author

      Halo, biasanya yg jadi oleh2 itu KitKat dengan berbagai rasa. Insya Allah boleh dikonsumsi dan di daerah kota besar (Tokyo, Kyoto, Osaka) lebih mudah dicari. Coba cari di supermarket AEON biasanya ada KitKat bungkusan yang lebih murah. Kalau beli di Stasiun atau bandara, jatuhnya lebih mahal dan sedikit (udah di-pack sbg oleh2). Kalau Pocky setau saya yg original saja yg boleh dimakan.

      Hati-hati mengonsumsi produk Tokyo Banana (東京ばな奈) jenis ini karena di ingredientsnya ada gelatin, arak (ゼラチン、洋酒) (tidak boleh dimakan):
      http://www.tokyobanana.jp/products/caramel.html

      Tapi, kalo banana cake jenis ini insya Allah boleh dikonsumsi:
      http://www.tokyobanana.jp/products/pie.html

      Dihapalkan bahan2 yg tidak boleh dari postingan tulisan saya ini.

      Tempat makan sushi Insya Allah halal, asal jgn menggunakan kecap asin dan kecap manis utk lebih aman, krn kadang mengandung alkohol di kecapnya.
      Coba cari saja restoran Udon, Soba, insya Allah boleh dimakan karena kuahnya dari ikan. Tapi, jangan makan ramen jenis apapun, karena kuahnya mengandung babi!

      Reply
  2. riana

    Maaf, mau tanya lagi..
    selain kit kat dan pocky apalagi snack2 yg halal utk oleh2?
    saya baca d bukunya Pak @junanto Shocking Japan ada ramen halal d daerah shinjuku, krn kuahnya seafood, betul ga?
    trs ada tmn yg kmrn baru dr jepang, ada resto Hanamaru (kalo ga salah) katanya halal?
    utk soyu pake mirin juga y? yg saya tau kalo d indonesia kecap asin gpp tapi kalo yg manis pake mirin. kalo emg 2-2nya pake mirin, berarti selama ini saya salah ya? -_-
    oiya, kalo onigiri yg d konbini2 halal kan? kalo bento yg d konbini sepertinya ga bisa d makan y?
    btw, Kanazawa tuh deket Toyama y? liat d peta sih lumayan deket. bsk rencana mau k sana juga😀
    Terima kasih..

    Reply
    1. Rizal Dwi Prayogo Post author

      halo, oh ya saya belum ngenalin ya tentang web makanan/minuman yang boleh dikonsumsi:
      Kami dan tim dari PPI Ishikawa membuat 1 blog khusus yg isinya panduan memilih makanan/minuman halal di daerah Kanazawa, Ishikawa.
      Bisa dilihat di web ini: http://halallist.wordpress.com/

      Kamu bisa cek juga di fans page FB nya Serijaya: https://www.facebook.com/pages/SERIJAYA-INDONESIA/175849819132269?ref=stream

      Iya saya pun sudah baca bukunya pak @junanto, saya belum pernah mencoba kesana, tapi keliatannya boleh dicoba.
      Hanamaru itu restoran Udon, biasanya udon gak pake unsur babi. Tapi, hati2 dengan gorengannya karena khawatir minyak yg digunakan bercampur dengan unsur babi.
      Kamu bisa pesan Udon-nya saja (bisa tambah kitsune atau telur setengah matang).

      Nah iya, dari informasi yg saya dapat juga yg mengandung mirin itu yang kecap manis, sedangkan soyu (kecap asin) untuk sushi insya Allah boleh dikonsumsi. Itu untuk warung sushi “Sushiro スシロ” berharga 105 Yen per piring.

      Onigiri ada yg boleh dan ada yg gak boleh dimakan. Untuk yg boleh dikonsumsi, biasanya bahannya dari ikan (ツナマヨ-tuna mayo, まぐろ maguro-tuna, えびマヨ-ebi mayo udang). Yg ga boleh dari daging selain seafood (チキン-chicken, 豚肉-buta niku daging babi) dan mengandung mirin みりん, emulsifier 乳化剤 nyuukazai.

      Waaa, mau ke Kanazawa, asobini kite kudasai ne, Kenrokuen bagus saat musim semi (taman terindah ketiga se-Jepang), sakuranya lagi mekar2nya.

      Aplikasi di iPhone ハラール (haraaru – halal), bisa dicek.

      Reply
  3. riana

    oiya, satu lagi mau tanya aplikasi makanan halal d jepang, keywaord-nya apa y? d aplikasi itu pake huruf kanji y?
    terima kasih..

    Reply
  4. riana

    nice info, emg hrs hati2 banget ya pilih2 makanan d jepang.
    oiya, saya ga k kanazawa, tapi rencana-nya k toyama, hehe..
    kalo liat d japan guide dan JNTO d kanazawa cherry blossom sudah selesai. tapi mo coba k matsumoto atau takayama, smoga msh bisa liat😀
    berdasarkan peta perjalanan sakura spt itu, kira2 ada yg meleset ga ya perkiraan mekarnya sakura? ada info lain ga sekitar tgl 14-24 april tempat sakura mekar.

    nanti kalo ada yg mau d tanya2 lagi boleh ya? mgkn by email saja.
    Jazakumullah khoiron katsiro..

    Reply
  5. syaiful

    sok tau nih penulisnya. fakta ilmiahnya dong kalo di tokyo banana terkandung unsur2 haram. jgn ngomong doang, anak tk jg bisa ngomong doang.

    Reply
    1. Rizal Dwi Prayogo Post author

      yang pernah saya lihat, ada Tokyo Banana utk jenis tertentu yg memang mengandung unsur yg tidak boleh dimakan.
      Misal, 乳化剤 (baca: nyuukazai – emulsifier) yg tidak diberi keterangan apakah dr hewan atau tumbuhan.

      Maaf tdk bisa memperlihatkan foto, krn saya tidak pernah beli Tokyo Banana.
      Apa anda punya fakta ilmiahnya?

      Reply
    1. Rizal Dwi Prayogo Post author

      Menurut kabar (belum sy konfirmasi), kalau untuk sushi murah ada kemungkinan tercampur dengan mirin. Hati2 juga membeli sushi kotak di supermarket, krn sudah tercampur di komposisinya dengan nyuukazai (emulsifier) dan mirin. Apalagi di sausnya.

      Tapi kalau untuk sushi di restoran mahal, yg mana sushinya fresh from the chef, insyaAllah tanpa campuran mirin. Hati2 juga menggunakan sausnya, justru di kecap sausnya kadang2 suka ada tambahan mirin

      Reply
  6. Pipit Prihartanti

    Assalaamu’alaykum wr wb,

    Senang rasanya membaca tulisan ini.

    Saya Pipit, baru 11 hari ini saya mulai hidup di Jepang untuk studi di Gundai.
    Sedikit curhat dulu, di Bandung saya termasuk sangat pilih2 membeli makanan, dari label halal MUI sampai kode E di komposisinya saya perhatikan.
    Hari-hari pertama disini membuat saya ekstra hati-hati dan malah sering kelaparan jika tidak bawa bekal makan sendiri.
    Saya pernah beberapa kali merasa ragu setelah memakan makanan tertentu meski kata teman muslim dan ia bisa membaca kanji disana tidak ada bahan yang haram.
    Saya baru tahu tentang mirin juga hari ini.
    Boleh saya bertanya?
    a. Sushi itu terkategori halal di semua restoran sushi di Jepang? dg catatan resto nya yang lebih mahal
    b. Di resto seafood, saya pesan udang. ada soyunya, saya makan karena kata teman halal, hanya agak asem2 gurih gmn gitu, bagaimana itu? trus tepung2 di udang itu bagaimana? mayo dan mustard serta sup rumput lautnya? kalau chicken karaagenya tidak saya makan. pihak resto sudah bilang tidak ada buta niku disana.
    c. saya pernah diberi melon pan dan cupcake oleh teman internasional, saya makan setelah search resepnya tidak mengandung yang mencurigakan. itu resep umum di google. tapi, menurut Anda, apakah sekalian saja pastry2 macam itu dihindari?
    d. saya jalan-jalan ke pasar rakyat di Kiryu. disana ada jualan snack2 dan nasi kacang merah. di bahan2nya tidak ada buta niku, tapi saya jadi takut, kan nasinya berminyak.
    secara umum, jika di ingredients jelas-jelas, tidak ada buta niku dll, itu sudah pasti 100% halal? meski menurut saya ntahlah minyaknya apa.
    e. saya tidak pernah ikut makan jika ada yang mengajak ke resto udon dan soba. terlalu takut. nah, itu di semua resto jepang, udon dan soba halal? barangkali mengetahui.
    kalau bertanya ke teman2 indo, mereka bilang tidak tahu pasti, dikira2 saja yang sekiranya halal. tapi saya tidak ingin begitu. ingin jelas halalnya, kalau diragukan ya tidak usah ikut makan. adalah solusi praktisnya agar bisa tetap survive disini?
    maaf terlalu panjang,
    terima kasih atas kesediaan Anda merespon pertanyaan dan kekhawatiran saya🙂

    wassalam,

    Pipit Prihartanti

    Reply
    1. Rizal Dwi Prayogo Post author

      Wa’alaikumussalam wr. wb

      Halo Pipit, salam kenal🙂

      a) Insya Allah sushi boleh dimakan, hanya saja perlu hati2 dalam menggunakan soyu-nya. (saya gak menggunakan istilah halal-haram ya, saya pake istilah boleh atau gak boleh dimakan). Dan jangan mengambil sushi berbahan daging (sapi atau ayam, apalagi buta niku) krn kita kan gak tahu gmn cara penyembelihannya. Sebaiknya seafood saja atau sayur.

      b) Nah itu, soyu perlu diwaspadai. Perhatikan juga apakah di resto tersebut menggoreng buta niku juga? Kalau iya, perlu diwaspadai gorengan2nya krn khawatir tercampur minyak gorengnya. Mayo juga hati2, krn ada yg pake bhn yang gak boleh dimakan utk menambah rasa asem2nya. Itu pun setelah dikonfirmasi ke produsen. Oia, orang Jepang mengira makanan halal bagi muslim itu yg tidak mengandung buta niku saja, padahal kan ada aspek2 lain yg mesti dipertimbangkan (misal cara pembuatan).

      c) Kalau melon pan biasanya boleh, yg merek TopValu. Yg perlu diwaspadai yaitu nyuukazai dan shortning yang biasanya ada di produk roti, biskuit, cemilan. Tapi kalau ga ada komposisinya, hindari saja.

      d) Kehalalan gak hanya dari tidak adanya buta niku saja. Tapi turunan dari buta niku juga perlu diwaspadai. Misal nyuukazai (emulsifier), shortning. Biasanya yg berasal dari tumbuhan ada keterangan dalam tanda kurung. Hati2 ada turunan khamar juga, misal mirin, sake.

      e) Udon dan soba Insya Allah halal karena cara masaknya menggunakan ikan. Itu sudah dikonfirmasi oleh rekan Jepang muslim. Hati2 dengan ramen krn mengandung buta niku.

      Iya saya sangat ngerti kekhawatiran kamu. Makanya, saya lebih sering masak sendiri daripada makan di luar. Kalaupun ingin makan di luar, saya gak berani coba2 yang macem2.. Semoga ikhtiar mencari makanan halal di Jepang menjadi ladang amal tersendiri ya🙂 Oia, silakan juga cek website rekomendasi makanan halal di link tulisan ini.

      Wallahu’alam bisshowab. Silakan ikhtiar untuk mencari keterangan lain supaya lebih yakin.

      Reply
  7. Pipit Prihartanti

    Salam,
    Jazakallah khaiir sudah menjelaskan secara rinci,

    Iya betul sekali, bukan hanya buta niku saja, tapi banyak derivasi lainnya.
    tantangannya adalah karena saya juga belum bisa baca kanji, sehingga masih mengandalkan teman.semoga saya dan teman2 lebih hati-hati lagi.

    Iya in shaa Allah saya sudah cek websitenya.

    aamiin, semoga menjadi ladang amal sang penulis disini juga.

    Sekali lagi, terima kasih banyak.

    Have a great day ^_^.

    Wassalam,
    Pipit

    P.S. hhm, you can call me ‘teteh’, since I guess I am older, he. no offense. FYI, saya mahasiswa Teacher Training Program-nya MEXT.
    nice meeting you here ^_^

    Reply
  8. dennayanuarvi407

    Assalamualaikum..
    Terimakasih atas infonya ya.. sangat bermanfaat..
    Saya mau numpang tanya,
    Kalau Pocky itu kan biskuit stik yg dijual jg di Indonesia tp kenapa tidak ada tulisan halalnya?
    Apakah itu boleh dimakan (halal) ??

    Reply
    1. Rizal Dwi Prayogo Post author

      wa’alaikumussalam wr. wb. Terimakasih sudah mampir ke blog ini🙂
      Kalau untuk makanan yang dijual di Indonesia, kehalalan makanan bisa dilihat dari logo Halal MUI.
      Selebihnya tidak meyakinkan, jika ragu tinggalkan saja.

      Reply
  9. tia putri

    hi Pak Rizal,
    senang sekali baca blog ini..
    saya mau tanya kalau makan di Yoshinoya yang di jepang bagaimana ya?
    karena disana kan menyajikan menu babi juga. tapi ada yang bilang klo di Yoshinoya gak apa2, karena masaknya terpisah antara babi dan sapi. Kata beberapa teman dan atasan suami saya yang pernah training di Jepang, yoshinoya cukup aman untuk org muslim. DaN Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke Jepang. Karena tiap hari traveling, saya tidak sempat sama sekali memasak. Jadinya saya bergantung pada makanan siap saji di kombini dan warung2. salah satunya di Yoshinoya yg harganya terjangkau.

    terima kasih atas jawabannya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s