Orang Jepang Terdidik oleh Alam

Menarik kalau kita perhatikan persiapannya orang-orang Jepang ketika akan masuk musim dingin. Di supermarket, sejak musim gugur sudah menggunakan heater. Padahal saat musim panas, ACberfungsi sebagai penyejuk. Karena AC di Jepang berfungsi sebagai penyejuk dan penghangat sekaligus. Bahkan di Jepang, di setiap rumah hampir selalu terpasang AC.

Juga saat kita ke toko pakaian; model pakaian yang dipajang bervariasi sesuai dengan musim. Saat musim panas, pakaian yang dipajang modelnya sederhana dan berbahan tipis; intinya harus membuat nyaman di badan saat cuaca panas. Tapi, saat musim dingin, pakaian yang dipajang modelnya ribet, berbahan tebal, dan ada yang didesain anti air.

Pakaian seragam anak sekolah pun ada empat model sesuai dengan musim yang empat. Kalau untuk setiap musim harus menyediakan dua pasang seragam, bayangkan besarnya pengeluaran orang tua untuk seragam anaknya. Pakaian seragam tidak hanya baju dan celana, tapi juga sepatu dan randoseru (tas khas anak SD, tas Nobita)—harganya bisa sampai jutaan rupiah.

Orang Jepang merasa “terdidik” oleh alam untuk selalu bisa berinovasi—sekalipun dalam hal pakaian, karena mereka merasa terdesak oleh kebutuhan. Hal itu berbeda dengan kita yang sepanjang tahun memakai pakaian yang sama; model baju yang dipajang hampir selalu sama setiap kali belanja lebaran. Ini karena kita tidak pernah merasa terdesak oleh kebutuhan.

Di Jepang, ban mobil tersedia 2 tipe; pintu gedung dibuat lapis dua; marka jalan didesain bisa ditinggikan sebagai antisipasi tertimbun salju; bangunan rumah & gedung didesain tahan gempa (kalau mengetuk dinding bangunan, kebanyakan bukan beton—elastisitas terhadap gempa). Menarik ya, mereka bisa berpikir sampai se-detail ini.

Jepang juga merupakan kawasan yang rawan bencana, baru-baru ini Jepang kembali diguncang gempa. Ini menyadarkan mereka bahwa kekuatan ekonomi negara mereka tidak kemudian membuat mereka kebal terhadap ancaman alam.

Cuaca dingin juga mendidik mereka untuk jalan bergegas karena ingin segera mencari tempat yang hangat. Mungkin itu alasannya, orang-orang di negara empat musim jalannya cepat-cepat. Kalau kita perhatikan, apakah ada negara maju yang hanya memiliki 2 musim saja? Sebagian besar didominasi oleh negara-negara dengan 4 musim (AS, kawasan Eropa, Jepang).

Intinya, mereka telah terdidik oleh alam dan merasa terdesak harus memikirkan berbagai macam kemungkinan agar mereka bisa tetap menyamankan diri. Dalam kondisi “keterdesakan” itu, mereka merasa perlu untuk mengeluarkan kekuatan maksimal dan berpikir keras untuk bisa tetap berdikari dalam segala keterbatasan SDA dan cuaca yang tidak mendukung.

Indonesia sebenarnya harus bersyukur dan sudah semestinya bersyukur karena memiliki SDM yang banyak dan SDA yang kaya: bahan mineral banyak; matahari bersinar hangat sepanjang tahun; punya banyak garis pantai dan hasil laut. Seolah-olah mau makan saja tinggal menjulurkan tangan. Bahkan saking nyaman dan kayanya Indonesia, digambarkan begitu ideal dalam lagu ‘Kolam Susu’-nya Koes Plus.

Apa kenyamanan ini yang kemudian membuat daya juang dan militansi semakin melemah? Barangkali kita tahu teori ‘The Power of Kepepet’, yaitu orang baru bisa mengeluarkan kekuatan maksimalnya saat dalam kondisi kepepet (terdesak). Indonesia sebenarnya punya potensi besar; hanya saja belum merasa kepepet oleh kebutuhan, sehingga belum mengeluarkan kekuatan maksimalnya.

Dengan kondisi didikan alam, orang-orang Jepang keras terhadap diri mereka sendiri. Ini yang menjadikan mereka tangguh dan banyak mendominasi berbagai sektor kehidupan. Pelajarannya: kalau kita lemah menempa diri (manja), kehidupan akan keras terhadap kita; sebaliknya, kalau kita keras menempa diri, kehidupan akan terasa lebih mudah untuk dijalani.

One thought on “Orang Jepang Terdidik oleh Alam

  1. akhmadwp23

    wah saya punya bukunya pak , bukunya sih tipis
    tapi keren (Y)
    orang indonesia kalau mau bergerak cepat harus di gertak atau di ancam dulu biar jalan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s