Catatan Perjalanan (2): Fine City

Saya menemukan souvenir menarik di bandara Changi, sepaket gantungan kunci bertuliskan “Singapore is a fine city”. Redaksi “fine city” disini bisa menjadi ambigu, yaitu kota yang baik (bagus) atau kota (yang penuh dengan) denda. Kedua arti dari redaksi tersebut bisa benar; padahal sebenarnya memiliki arti yang saling bertolak belakang.

Singapore is a fine city!

Singapore is a fine city!

Dari tata kotanya, memang Singapura patut diacungi jempol, fine-lah. Tapi, di sisi lain, Singapura sangat mudah menjatuhkan denda (fine) bagi pelanggar hukum. Membuang permen karet bisa didenda S$1000, merokok di area umum bisa didenda S$500. Apakah kota yang baik dapat diciptakan melalui berbagai peraturan yang penuh dengan denda?

Dari luar mungkin kita mengira bahwa warga Singapura begitu terkekangnya oleh banyaknya denda. Tapi siapapun yang pernah ke Singapura mungkin merasakan keteraturan dan ketertiban. Keteraturan dan ketertiban ini diperoleh melalui proses yang panjang dan konsisten, yang penuh dengan aturan dan denda.

Jadi mungkin yang awalnya dikira warga Singapura terkekang oleh banyaknya denda (fine), bagi warga Singapura mungkin ini adalah hal yang biasa supaya bisa “dipaksa” untuk jadi kota yang baik, fine city. Jadi mungkin fine-fine saja untuk mereka…

Merlion Park Singapore

Merlion Park Singapore

Merlion Statue, Singapore

Merlion Statue, Singapore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s