Pelayanan Publik Kita

#1

“Gak ada kembaliannya, mas…  Ada uang kecil?”

Kalimat di atas suka saya alami kalau mau bayar-bayar pake uang gede, apalagi kalau masih pagi-pagi. Pengalaman itu ternyata berulang saat saya mau bayar parkir motor di salah satu tempat yang biasa saya kunjungi tiap hari Minggu. Maklum karena saya datangnya pagi-pagi dan biasanya tidak bawa uang pas untuk bayar. Ya akhirnya kalimat di atas muncul. Ujung-ujungnya saya disuruh nunggu dulu karena petugas parkirnya kalang kabut nyari uang kecil buat kembalian.

Sampai akhirnya karena tidak ada uang kecil yang bisa ditukar, saya akhirnya ngutang pinjam uang kecil ke teman. Atau kadang-kadang petugas parkirnya membuat keputusan sendiri supaya saya dibayarkan teman. Karena kejadian tersebut berulang-ulang, sampai akhirnya saya harus ngomong ke petugas parkirnya bahwa pendapatan parkir hari kemarin sebaiknya jangan dimasukkan ke kas semua. Istilahnya jangan tutup buku per hari lah. Sisakan uang kecil sebagai kembalian pada hari-hari berikutnya, supaya tidak merepotkan dan membingungkan konsumen yang mau bayar.

Setelah saya protes begitu, di hari Minggu terakhir saya balik lagi ke tempat yang sama. Saya coba ngetes bayar gak pake uang pas, alhamdulillah ternyata ada kembalian. Yah, rasanya hal seperti ini banyak juga di tempat-tempat lain. Meskipun sepele, bagaimanapun yang namanya pelayanan publik ya harus prima dalam melayani konsumen…

#2

Ada lagi cerita lain terkait dengan pelayanan publik kita. Sewaktu saya dan keluarga hendak makan di sebuah restoran. Kami pesan beberapa menu dan ternyata lama sekali pelayanannya. Sebagaimana standarnya, menu pertama yang dihidangkan adalah minuman. Karena makanan belum datang-datang, akhirnya minuman pun otomatis habis. Baru kemudian makanan datang satu per satu.

Pernah diceritakan Ibu saya, di restoran yang sama pernah ada seorang pengunjung yang menggebrak meja karena pelayanannya lama. Tapi, setelah lama berselang dari insiden itu, ternyata manajemen restoran tersebut tidak belajar. Dalam artian, mereka tetap saja lama dalam hal pelayanan. Ternyata ada satu kesalahan manajemen yang saya amati. Sistem pelayanan mereka adalah melayani by menu bukan by guest yang duluan datang.

Jadi, mereka berusaha untuk memenuhi dulu menu yang dipesan di tiap meja, tidak berfokus memenuhi dulu satu meja.  Akibatnya, orang yang duluan datang menjadi  lama menunggu. Makanan yang dipesan pun datang satu per satu dengan periode yang lama. Jadi, makanan satu sudah habis, makanan lain baru datang. Nasinya sudah habis, lauknya baru datang. Begitulah, pelayanan publik kita… ck ck ck..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s