Perjalanan Panjang Menerbitkan Buku “Pojok Gaijin”

Setelah dua bulan lebih blog ini saya biarkan tanpa tulisan baru, pada kesempatan ini saya ingin melemaskan kembali otot jemari saya untuk berbagi pengalaman menerbitkan buku. Alhamdulillah, di bulan Mei ini buku saya yang berjudul “Pojok Gaijin” sudah terbit. Buku tersebut berisi cerita pengalaman dan pemikiran saya selama tinggal di Jepang dalam rangka melanjutkan studi master di Kanazawa University. Saya ucapkan terimakasih kepada Penerbit Diva Press yang telah mewujudkan salah satu mimpi saya.

Prosesnya terbilang panjang, hampir satu tahun jeda antara kirim naskah hingga penerbitan. Tentu rencana yang saya jalankan tak selalu mulus, sempat mengalami beberapa penolakan. Sebelumnya, saya sempat mengirimkan tulisan saya ke redaksi Semut Merah yang pada saat itu sedang membuat projek buku antar anggota PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Dunia. Namun, tulisan saya tak dimuat. Dalam hati saya berbaik sangka, mungkin suatu saat nanti saya bisa bikin buku dengan penulis tunggal nama saya sendiri. Saya tetap meyakini bahwa naskah saya layak terbit, setidaknya itulah yang jadi penguat tekad.

Sebelum meninggalkan Jepang tercetuslah ide mendadak untuk menerbitkan buku, supaya pembelajaran dan pengalaman yang saya dapat bisa bermanfaat di Indonesia. Lalu saya kumpulkan lagi tulisan di blog ini yang bertemakan Jepang. Sebelum saya mengirim naskah ke penerbit, saya terlebih dulu minta rekan saya, Pak Ferry—mantan wartawan, dan juga Pak Rudy—peneliti antropologi masyarakat Jepang—untuk menyunting dan melakukan proofreading atas naskah saya.

Naskah buku saya kirimkan setelah pulang ke Indonesia pada bulan April 2013 ke penerbit BP. Dalam mengirimkan naskah, kita mesti memerhatikan profil dari penerbit yang bersangkutan. Apa sudah sesuai dengan genre naskah buku kita? Caranya dengan mengamati genre buku yang terbit. Saya anggap penerbit BP cocok dengan naskah buku saya karena condong ke genre motivasi pendidikan dan traveling. Saya ikuti prosedurnya, dan saya harus menunggu keputusan dari penerbit dalam waktu 3 bulan ke depan sejak naskah diterima. Oh ya, saat kita telah mengirimkan naskah ke satu penerbit, kita dilarang mengirimkan naskah yang sama ke penerbit lain karena aturan tersebut tercantum di MoU-nya.

Setelah 3 bulan berlalu, saya konfirmasi ke pihak penerbit BP untuk meminta kejelasan naskah saya. Dari pihak redaksi menyampaikan bahwa naskah saya masih dalam proses karena naskah yang masuk ke meja redaksi sangat banyak, dan saya diminta menunggu lagi. Di bulan keempat saya konfirmasi lagi dan mendapatkan jawaban yang sama: menunggu. Saya mulai galau menanti kejelasan. Sekiranya memang naskah saya tak cocok di penerbit BP, saya butuh kepastian cepat agar saya bisa mencari penerbit lain. Akhirnya saya mendapat jawaban di bulan Desember 2013: naskah saya ditolak!

Ini jawaban yang melegakan setelah hampir 8 bulan saya menunggu kepastian. Saya evaluasi lagi naskah saya kemudian saya revisi sedetail mungkin dan memvalidasi data melalui beberapa referensi. Untuk mencari penerbit yang saya anggap cocok, saya hunting ke toko buku untuk mencari buku yang bergenre sama dengan naskah buku saya. Lalu saya lihat data penerbitnya. Akhirnya, saya merasa cocok dengan Penerbit Diva Press. Saya siapkan naskah dengan matang, lalu saya kirimkan ke meja redaksi via email. Saat mengirimkan naskah, pihak penerbit juga meminta uraian keunggulan naskah dan biodata penulis (tergantung kebijakan masing-masing penerbit).

Tak lama berselang, kurang dari satu bulan saya sudah mendapat jawaban: naskah saya diterima! Bulan Februari 2014 saya diminta menandatangani kontrak dengan pihak penerbit, termasuk soal royalti buku. Untuk menambah nilai jual/marketing, saya meminta testimoni untuk buku saya dari beberapa relasi yang saya kenal di Jepang. Saya pun sempat meminta testimoni dari Bang Ahmad Fuadi @fuadi1 (penulis trilogi Negeri 5 Menara), tapi sayangnya beliau sibuk sehingga tak sempat memberi testimoni hingga batas waktu yang ditentukan. Beliaulah salah satu inspirator saya untuk merantau dan menulis buku.

Alhamdulillah, salah satu mimpi saya terwujud: menulis buku. Saya pernah bertekad pada diri saya sendiri: apapun profesi saya nanti, saya ingin menulis buku. Pada awalnya, belum ada bayangan akan menerbitkan buku tentang apa. Yang paling penting, ketika tekad dan kemauan sudah kuat, insya Allah jalan akan terbuka, bahkan dari yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Proses menerbitkan buku tidaklah instan. Pada awalnya kita mesti mau konsisten menulis, entah tentang hal apapun itu. Maka, saya perlu berterimakasih pada internet dan blog yang telah memperkenalkan saya dengan dunia tulis-menulis. Saya bangun blog ini pada 2009 dan saya berkomitmen untuk terus menulis—seperti tekad saya di awal: apapun profesinya. Awalnya melalui metode ATM: amati, tiru, modifikasi. Hingga kemudian menemukan gaya menulis ala saya sendiri.

Kuncinya, selama kita punya keyakinan mimpi kita bisa tercapai, jangan pernah menyerah berusaha. Siapa yang jelas dan benar kemauannya, pasti terbuka jalan. Gagal sekali dua kali hal yang biasa, tetaplah tekun dan konsisten. Teruslah melakukan ikhtiar yang berkesinambungan dan meyakini hasil terbaik di ujungnya. Mohon doanya semoga buku ini dapat menjadi penyebar ilmu yang bermanfaat. Amin.

Cover buku "Pojok Gaijin"

Cover buku “Pojok Gaijin”

7 thoughts on “Perjalanan Panjang Menerbitkan Buku “Pojok Gaijin”

  1. Septyaningdyah Setyorini

    Wahh sukses utk buku pertamanya..smg akan lahir&terbit buku2 lainnya yg ttp inspiratif ya…Barokalloh..

    Reply
  2. tia putri

    setiap kali nulis tentang Jepang di google, selalu ketemu blog kamu
    dan saya baru sadar ternyata ini toh penulis buku Pojok Gaijin, buku yang sempet saya baca di Gramed dan saya cuplik tulisan kerennya (yang quote-nya imam syafii).
    Selamaat yaa.. sukses buat bukunya, senang membaca tulisan kamu
    Salam,
    tiasangputri.blogspot.com

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s