(Jangan) Golput

Pemilu sudah dalam hitungan hari, para caleg mengiklankan diri dengan caranya masing-masing. Bakal calon presiden pun melancarkan strategi marketing, “tunggu hasil pileg”, itu kata yang kerap diucapkan kala ditanya wartawan. Sementara capres lain sudah terang-terangan mengajukan diri. Seperti tak ada pilihan, isu golput menjadi ancaman demokrasi kita. Golput menjadi pilihan, padahal satu suara amat berarti untuk perubahan di negeri ini. Berdasarkan kategorinya, golput dibagi ke dalam tiga jenis: golput administratif, golput teknis, dan golput ideologis.

Continue reading

Virus Sok-Inggris dalam Berbahasa

Saya pernah makan di sebuah restoran yang menyajikan nama menunya dalam bahasa Inggris. Saya pikir mungkin ada bule yang biasa makan disini. Tapi, kemudian otak sains saya sedikit berkalkulasi, berapa persentase bule yang datang ketimbang yang non-bule (orang Indonesia)? Lantas apa bagusnya jika nama menu makanan tersebut ditulis dengan bahasa Inggris? Malah bisa saja ada orang yang tak mengerti dengan nama menu tersebut, kemudian dipilihnyalah menu dengan nama teraneh.

Saya juga pernah melihat informasi sebuah acara yang ditulis menggunakan bahasa Inggris. Saya pikir awalnya acara tersebut dihadiri oleh pembicara internasional. Tapi, pada kenyataannya hanya dihadiri oleh pembicara lokal saja. Lantas, apa bagusnya pengumuman tersebut menggunakan bahasa Inggris? Sementara acara tersebut hanya berskala lokal dan tak ada keterlibatan pihak asing.

Continue reading

Masyarakat Pemaaf

Sudah lama saya ingin menuliskan ini semenjak punya pengalaman yang tidak enak dengan jasa travel yang mengantarkan saya dari Jakarta ke Bandung. Saat itu, jadwal keberangkatan terlambat dari waktu yang seharusnya. Alasannya klasik: macet, jadi mobil terlambat datang. Uniknya (anehnya) jasa travel ini adalah mereka berani menuliskan jadwal keberangkatan, tapi tak pernah ada yang menuliskan jadwal kedatangan.

Dan anehnya, tak ada protes dari penumpang perihal keterlambatan ini. Ya, mungkin ini antara sabar, sudah biasa, atau saling memahami saja #heu. Padahal, nyatanya memang konsumen tidak bisa berbuat apa-apa. Mau protes ke siapa? Yang ada konsumen diminta menunggu “sebentar” yang tak jelas seberapa lama.

Continue reading

Kebanggaan Sensasional

Saya baca di koran tentang berita peserta pemecahan rekor Muri bakar ikan terpanjang se-Indonesia yang melampiaskan kekecewaannya dengan membanting peralatan untuk membakar ikan. Pemecahan rekor tersebut berjalan ricuh karena sebagian peserta tidak mendapat pasokan ikan laut yang akan dibakar. Pertanyaan saya, kalau sekiranya rekor Muri itu terpecahkan, lantas apa?

Ini juga mengingatkan saya pada kegiatan-kegiatan serupa yang berusaha untuk memecahkan rekor Muri. Dalam pandangan orang awam seperti saya, pemecahan rekor Muri tersebut tidak secara alamiah menunjukkan hal yang unik tercipta. Tapi, ia dibuat dan dirancang sedemikian rupa agar sesuatu yang belum ada dibuat ada dengan memberi kesan yang “wah”.

Continue reading

Menguji Bakat

Sekarang ini sedang ramai ajang pencarian bakat di televisi. Ribuan orang yang ikut, padahal hanya beberapa kontestan saja yang akan menjadi juara. Kalau dilihat dari peluangnya, maka kontes semacam ini hanya akan membuat kita pesimis saja. Tapi, bukan itu yang ingin saya diskusikan disini. Justru saya memandang positif ajang pencarian bakat ini. Sesuai namanya, ajang ini akan menguji bakat secara objektif dan melatih mental berkompetisi.

Dulu saya juga pernah mengikuti lomba dan kompetisi, tujuan saya waktu itu adalah untuk menguji bakat dan juga mencari pengalaman. Urusan menang atau kalah itu nomor dua, yang penting untuk menguji bakat dan mental berkompetisi. Urusan gagal juga hal yang biasa, karena itu justru melatih mental kita. Toh kalau kita terus gigih berusaha, pasti akan membuahkan hasil.

Continue reading